Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Selasa, 15 November 2011

Pembaca Ulung Andalkan 'Kamus Visual' untuk Kenali Kata

Sana Sini News - Kecepatan seorang pembaca ulung mengenali kata dapat dibandingkan dengan kilat. Kecepatan mengenali kata tersebut diperoleh melaui penyortiran kata-kata ke dalam kamus visual di otak pembaca.

Ide mengenai kamus visual ini mendukung teori bahwa otak kita 'menyuarakan' kata-kata saat melihatnya. Penemuan yang diumumkan dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience, Neuroscience 2011, menjadi penting karena penguraian tentang berlangsungnya proses membaca di otak dapat membantu memahami kelainan otak semacam disleksia.

"Satu kubu neurolog percaya, kita mengakses aspek bunyi dan visual sekaligus ketika membaca sebuah kata. Di otak kita terdapat sebuah wilayah yang melakukan hal tersebut juga melakukan hal sebaliknya, namun penelitian yang kami lakukan membuktikan ini bukan pokok masalah," kata pimpinan penelitian tersebut, Laurie Glezer, Ph. D.

"Kami menemukan bahwa sekali seseorang mempelajari sebuah kata, otak langsung menempatkan kata tersebut dalam sebuah kamus visual. Melalui representasi visual murni yang dimilikinya, orang akan mampu mengenali kata-kata secara cepat dan efisien, seperti yang dimiliki seorang pembaca ulung," tambahnya.

Glezer dan rekan-rekannya menguji kemampuan pengenalan kata dari 12 orang sukarelawan, menggunakan functional MRI (Magnetic Resonance Imaging). kemudian mereka memperhatikan kata-kata yang berbeda namun memiliki bunyi yang sama, seperti "hare" dan "hair", ternyata mengaktifkan neuron yang berbeda.

Seperti diwartakan melalui Machinelikeus, Selasa (15/11/2011), penemuan ini mungkin dapat menjelaskan mengapa pengidap disleksia lebih lama dan mengalami kesulitan ketika membaca. Ini bisa diibaratkan membuka entri yang berbeda di dalam katalog.

"Seandainya bunyi suatu kata memberi pengaruh pada bagian otak ini, kita mungkin melihat kedua kata yang berbunyi sama itu mengaktifkan neuron yang sama. Bunyi bukan pokok maslah di sini. Ini karena "hair" dan "hare" memiliki tampilan yang sama bedanya dengan "hair" dan "soup." Ini mengindikasikan bahwa yang kita gunakan adalah informasi visual dari sebuah kata, bukan bunyinya," jelas Glezer.

0 komentar

Poskan Komentar