Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Sabtu, 19 Februari 2011

Biadab, Kedok Amerika Dibalik Tragedi Tsunami Aceh Terbongkar






Mungkin ini berita lama tapi saya tertarik untuk mengulasnya lagi mengingat banyaknya kerusuhan yang melanda negera2 islam di dunia. Misteri rahasia tsunami di Aceh.

Dulu Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), DR Eggi Sudjana SH Msi mensinyalir, bahwa bencana yang menimpa NAD dan sekitarnya bukanlah gempa dan gelombang tsunami yang sesungguhnya. Akan tetapi sebuah gelombang bom termonuklir yang sengaja diledakkan di bawah laut.

Pendapat Eggi tersebut dikemukakan kepada Wawasan, usai dialog menyoal seratus hari pemerintahan SBY, di kantor pengacara Taufik SH di Solo. "Melalui pendapat dan analisa yang dikemukakan pakar nuklir independen asal Australia Joe Vialls, saya sepakat, bahwa ada indikasi kuat Amerika dengan dua kapal perangnya satu diantaranya bernama USS Abraham Lincoln, berada di balik tragedi itu," katanya.

Menurut Eggi, sebelum terjadi bencana itu, Amerika telah mengeluarkan travel warning kepada warganya agar tidak berkunjung ke Indonesia. Sementara masuknya kapal induk asing, cukup mengundang pertanyaan, kenapa diperbolehkan oleh pemerintah kita. Dengan kata lain, Jakarta tahu benar akan keberadaan kapal asing di perairan kita.

"Ada temuan kejanggalan lagi, CNN selama ini memberitakan bahwa pusat gempa terjadi di dekat pulau We. Sementara yang terjadi sesungguhnya di dekat pulau Nias dengan kekuatan gempa hanya 5,4 skala richter. Namun yang terjadi adalah sebuah gelombang susulan dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ironisnya, perusahaan AS Exxon yang ada di sana, luput dari bencana itu. Sehingga ada dugaan keras, ada senjata pemusnah massal yang diarahkan ke sana," paparnya.

Usai kejadian itu, lanjut dia, tentara AS di kapal induk USS Abraham Lincoln yang jumlahnya 15.600 personil langsung diterjunkan. Sementara Kopassus dan Pasukan Reaksi Cepat (PRC), yang fungsinya sebagai penanggulangan bencana sama sekali tak diturunkan. Sementara India, Srilanka dan Thailand menolak kehadiran tentara asing itu. Televisi Al Jazeera pernah menyiarkan, bahwa bencana di Aceh bukanlah akibat gelombang tsunami. Akan tetapi sebuah bom helium yang bersifat halus namun mematikan.

"Kami menduga India memang sudah tahu akan adanya bencana itu. Karena negara itu justru punya pencatat gempa, yang bisa membedakan mana gempa sungguhan dan mana gempa buatan. Di India di Tamil Nadu, merupakan pusat nuklir. Sehingga sudah terdeteksi dulu."

Menurut Eggi, Joe Vialls tahu benar senjata termonuklir yang diledakkan di bawah laut akan menimbulkan gelombang dahsyat. Sementara jika tsunami, ketinggian gelombang maksimal, tidak akan mencapai seperti yang terjadi di Aceh. "Sejarah juga mencatat, selamanya tsunami tidak berdampak membakar korbannya, karena air. Namun sempat ditemukan tiga orang anak nelayan Aceh yang terbakar dengan tubuh penuh oli."

Disinggung rencana besar apa di balik itu, Eggi mengatakan, AS ingin menjadikan pangkalan militernya di Aceh. Hal itu dikuatkan dengan ditolaknya percepatan militer itu untuk segera mengakhiri bantuannya di sana. Aceh juga akan dijadikan jaringan pasar bebas perdagangan AS. "Dalam kontek ini, SBY lemah, intelijen kita juga lemah. Apalagi TNI," jelasnya.

Nah gimana menurut teman2 apa tsunami aceh itu mutlak bencana alam atau memang ada Negara adikuasa yang merancang semuannya.

Seperti keadaan sekarang, beberapa negara Islam di timur tengah bisa mendadak kacau secara bersamaan. apakah mungkin rakyat ingin demokrasi ataukah ada Negara adi kuasa yang mengatur semuanya..

3 komentar

Anonymous

koq tiap kejadian besar, selalu dihubung2kan sama Amerika ya..????

bknx bmaksud mmbela, tp yg realistis aja klo buat "statement".. jgn akhirnya nnt bs memancing "gejolak" baru yg gak penting... hrs dgn bukti yg jelas dong, agar msyarakat paham akan yg sebenarnya....
masalah "Middle East Chaos" disikapi positif aja sbelum kt berpikir yg aneh2... mungkin emang msyarakat disana yg udh "bete" dgn pemerintah mrk.. (mungkin kita jg.. :D)
So, keep positive thingkin' dude... lets prevent the violation from the unknown issue... GBU

Anonymous

Perlu dipikirkan juga kenapa korban tsunami itu hitam-hitam lebam, seharusnya menjurut ahli forensik pucat dan lemban tetapi tidak hitam seperti koraban di aceh...

adrian

susah deh kalau org yang mudah di provokasi, gak mau terima kenyataan bahwa alam itu tidak bisa di prediksi kapan akan bergolak & selalu menganggap ada pihak yg melakukan dgn sengaja. Padahal kalau itu emang dilakukan oleh manusia maka kerusakannya gak bakal seperti ini malah akan lebih parah hingga dapat memicu gempa & tsunami secara berantai yg bisa berakhir dgn AKHIR DUNIA (Coba lo pikir emang ada orang yang mau ngeluarin duit ama ngebawa tuh bahan peledak sebanyak lebih dr 100 ton & meletakannya sepanjang garis lempengan (pulau terangkat ampe 1.5m itu bukti kalau masalahnya berasal dr lempengan bumi)yah min sekitar 300km (krn dr investigasi kerusakan lempengan sejauh 1600km) mana ada yg mau ngeluarin biaya segitu gede untuk menghasilkan kerusakan seperti yang dihasilkan oleh alam (yah kecuali psycopat yang suka membantai & melihat kematian ribuan orang).
Kalau gak percaya liat aja yg di Indonesia sendiri : banjir bandang & sidoharjo yg karena ulah manusia berakhir dgn kerusakan yg parah yg umumnya gak bakal separah itu bila tidak ada campur tangan manusia.

Poskan Komentar