Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers
Tampilkan postingan dengan label Trend and Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trend and Fashion. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Ultah ke-31 Saat Akad, Ibas Potong Tumpeng

Sana Sini News - Saat acara akad nikah, Edhie Baskoro Yudhoyono juga merayakan ulang tahun ke-31. Ada pesta apa?

Kamis (24/11) kemarin, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) merasakan kebahagiaan dua kali lipat. Selain resmi menikahi Siti Ruby Aliya Rajasa, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lahir di Bandung 24 November 1980 ini genap berusia 31 tahun.

Untuk merayakan hari bahagia tersebut, Ibas merayakan acara selamatan potong tumpeng bersama istri tercinta dan keluarga usai acara akad nikah. Demikian yang diberitakan Seputar Indonesia, RCTI.

Mengingat padatnya acara yang harus dijalani hingga Sabtu besok, mereka pun tidak memutuskan untuk menginap di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Ibas dan Aliya, beserta keluarga tampak meninggalkan Istana Cipanas menuju Jakarta sore hari setelah tamu undangan pulang.

Seperti diketahui, sebanyak 1.000 undangan hadir dan menjadi saksi atas jalinan cinta yang sudah ditautkan duo sejoli ini sejak 2007 lalu. Mereka yang hadir dari kalangan pejabat, duta besar, dan artis ibu kota. Tamu undangan yang hadir, di antaranya Mooryati Soedibyo, Taufik Kemas, Agung Laksono, Vidi Aldiano, Rio Febrian, Vina Panduwinata, Ebiet G Ade, Andien, dan Anji (mantan vokalis Drive). (tty)
Continue Reading »

Ibas & Aliya Tak Menginap di Istana Cipanas

Sana Sini News - Usai menjalani prosesi akad nikah, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa tidak menginap di Istana Cipanas. Duo sejoli ini rupanya langsung pulang ke Jakarta.

Pasangan yang kerap disapa Ibas dan Aliya akhirnya bisa bernapas lega. Kamis (24/11) kemarin, duo sejoli ini berikrar janji sebagai pasangan suami istri di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Sebagai saksi nikah kedua pasangan ini adalah Wakil Presiden Boediono dan Amien Rais.

Setelah menjalani prosesi adat Palembang (Komering), aktivitas putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan putri kedua Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini tidak lantas reda. Mereka berdua masih harus menjalani acara resepsi nikah di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11) besok.

Mengingat padatnya acara yang harus dijalani, mereka pun tidak memutuskan untuk menginap di Istana Cipanas. Berdasarkan pantauan Seputar Indonesia, RCTI, Ibas dan Aliya, beserta keluarga tampak meninggalkan Istana Cipanas menuju Jakarta sore hari setelah tamu undangan pulang.

Seperti diketahui, sebanyak 1.000 undangan hadir dan menjadi saksi atas jalinan cinta yang sudah ditautkan duo sejoli ini sejak 2007 lalu. Mereka yang hadir dari kalangan pejabat, duta besar, dan artis ibu kota. Tamu undangan yang hadir, di antaranya Mooryati Soedibyo, Taufik Kemas, Agung Laksono, Vidi Aldiano, Rio Febrian, Vina Panduwinata, Ebiet G Ade, Andien, dan Anji (mantan vokalis Drive).
(tty)
Continue Reading »

Ibas-Aliya Bulan Madu ke Bali

Sana Sini News - Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa resmi menikah di Istana Cipanas. Lalu, kemanakah mereka akan berbulan madu?

Pasangan yang kerap disapa Ibas dan Aliya akhirnya bisa bernapas lega. Kamis (24/11) kemarin, duo sejoli ini berikrar janji sebagai pasangan suami istri di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Sebagai saksi nikah kedua pasangan ini adalah Wakil Presiden Boediono dan Amien Rais.

Usai akad, mereka pun masih menjalani acara resepsi pernikahan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 26 November 2011. Saat itu, prosesi adat yang dipakai adalah Jawa, khususnya Yogyakarta.

Putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan putri kedua Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini pun akan menikmati bulan madu, seperti umumnya pasangan lain. Rencananya, Bali menjadi lokasi favorit mereka.

“Rencananya sih ke sana (Bali). Tapi setelah kerjaan beres,” kata salah satu orang dekat istana, seperti dilansir Genie edisi 17, Jumat (25/11/2011).
(tty)
Continue Reading »

Minggu, 20 November 2011

Kuncup Melati nan Wangi Disiapkan untuk Ibas

Sana Sini News - Sehari lagi, Edhie Baskoro Yudhoyono akan menjalani ritual siraman. Calon suami Siti Ruby Aliya Rajasa ini akan memakai penutup dada dari rangkaian kuncup melati yang beraroma wangi.

Pasangan calon pengantin yang kerap disapa Ibas-Aliya ini akan menjalani sederet prosesi pernikahan yang dimulai dengan acara siraman. Putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan putri dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa akan menjalani prosesi siraman di kediaman masing-masing. Ibas di Puri Cikeas, Bogor, sedangkan Aliya mengambil lokasi di Komplek Fatmawati Golf Mansion, Cilandak, Jakarta Selatan.

Untuk prosesi siraman di pihak Ibas akan dipandu Sumaryono, sementara di tempat Aliya oleh Tienuk Riefki. Kedua penata rias ternama asal Yogyakarta ini pernah terlibat di acara siraman pernikahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Pohan, 2005 lalu.

Terkait acara siraman, Sumaryono mengatakan bahwa Ibas akan memakai penutup dada dari rangkaian kuncup melati.

"Mas Ibas ingin 'rapet' (tertutup) dadanya saat siraman, jadi kami siapkan rangkaian melati," kata Sumaryono saat dihubungi okezone melalui telepon selulernya, baru-baru ini.

Penata rias pengantin khusus pria ini mengatakan, bahwa melati yang dirangkai sebagai penutup dada dipilih yang masih kuncup dan aromanya wangi.

"Kami sudah punya langganan khusus perangkai bunga di Yogyakarta. Melati yang dipakai pilihan dan biasanya didatangkan langsung dari Pekalongan," jelas Sumaryono.

Menurutnya, melati dari Pekalongan aroma wanginya lebih tahan lama.

"Kalau melati dari Jakarta bentuknya memang bagus dan ukurannya besar-besar, tapi aroma wanginya tidak tahan lama," sebutnya.

Sumaryono juga menambahkan, penutup dada yang dipakai Ibas membutuhkan sekira 1,5 kg kuncup melati. Kuncup melati tersebut dirangkai satu demi satu.
Continue Reading »

Sabtu, 19 November 2011

Di Balik Nikahan Agus-Annisa vs Ibas-Aliya

Sana Sini News - Saat Agus Harimurti Yudhoyono akan mempersunting Annisa Pohan, sosok desainer yang merancang gaun pengantin mereka langsung tersiar, sedangkan si penata riasnya masih tutup mulut. Cerita berbeda terjadi saat Edhie Baskoro Yodhoyono akan menikahi Siti Ruby Aliya Rajasa.

Hingga kini, sosok desainer yang akan mempercantik penampilan pasangan yang kerap disapa Ibas-Aliya ini memang belum bicara secara terbuka kepada media massa. Meski demikian, okezone sudah mengantongi nama sang desainer ketika melakukan wawancara eksklusif dengan penata rias, Tienuk Riefki di kediamannya kawasan Bekasi, Jawa Barat.

“Saya tidak mengetahui secara detail siapa desainer yang akan merancang baju pernikahan mereka. Tugas saya hanya untuk acara siraman dan resepsi pernikahan. Tapi kalau tidak salah Biyan (Biyan Wanaatmadja),” kata Tienuk Rifki, spontan, Jumat (4/11) lalu.

Kemunculan Biyan sebagai desainer yang diprediksi merancang gaun pernikahan Ibas dan Aliya memang bukan hal yang mengejutkan, khususnya bagi kalangan pencinta mode. Reputasi Biyan sangat baik, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga internasional. Saat ini empat lini besar yang dimilikinya, yaitu label utama Biyan Wanaatmadja, label sekunder Studio 133, label yang lebih massal (X)S.M.L, dan Biyan Bride yang sudah dikenal pencinta fesyen di Indonesia dan mancanegara.

“Biyan saya kira bisa menerjemahkan apa yang menjadi keinginan calon pengantin sesuai dengan tren terkini,” kata pengamat mode dan gaya hidup Sonny Muchlison saat dihubungi okezone melalui telepon selulernya, 6 November lalu.

Ketika desainer kelahiran Surabaya ini yang dipilih, kata Sonny, tentu sudah menjadi keputusan terbaik dari para konsultan pernikahan Ibas-Aliya.

Cerita berbeda terjadi pada 2005, saat Agus Harimurti mau menikahi Annisa Pohan. Ternyata, sang desainer Adjie Notonegoro berani sejak awal berbicara dengan media massa, sedangkan sang penata rias masih belum terkuak.

“Menjaga rahasia, sesungguhnya sudah menjadi pekerjaan saya sehari-hari kalau ada order dari keluarga tertentu. Ini bukan hal yang sulit saya lakukan, kalau memang harus menjaga rahasia tersebut pada keluarga, kru, atau karyawan Titisari. Dan kali ini, saya sungguh berusaha untuk mengunci bibir ini. Benar-benar tidak ada seorang pun yang tahu, bahwa saya mendapat order merias dari Istana,” tutur Tienuk selaku perias pengantin Agus-Annisa dalam bukunya “Perias Tradisi di Empat Benua”.

Tampaknya keputusan Tienuk menjaga rahasia lantaran pertama kali mendapatkan order spesial dari keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mungkin saja Biyan Wanaatmadja juga mengikuti cara Tienuk untuk menjaga rahasia sebagai desainer gaun pengantin hingga acara pernikahan Ibas-Aliya dilangsungkan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 26 November 2011.
Continue Reading »

Jumat, 18 November 2011

Ini Dia Sosok Pengganti Astrid Ellena

Sana Sini News - Wanita cantik mudah ditemui, tapi kriteria ini tidak cukup bagi seorang Miss Indonesia. Bukti bahwa jiwa sosial memunculkan aura positif tampak ketika Astrid Ellena masuk 15 besar untuk fast track kategori Beauty with a Purpose Miss World 2011.

Audisi Miss Indonesia 2012 akan dihelat Desember 2011 hingga Februari 2012. Selepas sukses membawa Astrid Ellena lolos babak 15 besar Miss World 2011, pengganti selanjutnya diharapkan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Miss Indonesia tidak lihat kecantikan fisik belaka, tapi ada tujuannya. Dan kami merasa, Beauty with a Purpose adalah salah satu tujuan menuju Miss world. Wanita, khususnya Miss Indonesia harus punya jiwa sosial tinggi,” kata Liliana Tanoesoedibjo selaku Founder Miss Indonesia usai konferensi pers "Prestasi Miss Indonesia 2011 di Ajang Miss World 2011" di Hard Rock Cafe, Plaza Indonesia-Entertainment X'nter, Jalan MH Thamrin, Jakarta, baru-baru ini.

Seperti diketahui, wanita yang akrab disapa Ellen itu memeroleh prestasi membanggakan lewat misi sosial pada penyakit kaki gajah. Ellen datang ke lokasi penderita kaki gajah di Tangerang. Di sana, ia memberikan penyuluhan dan dukungan emosional.

“Bukan hal yang mudah bagi Ellen karena itu sesuatu yang harus dari diri sendiri. Ellen sangat peduli dengan orag-orang di situ,” tambahnya.

Menurut Liliana, aktivitas sosial yang dilakukan Ellen menjadi penguat bahwa Miss Indonesia fokus pada misi sosial. Karena selanjutnya, Ellen juga akan dilibatkan pada berbagai kegiatan sosial.

“Dengan memenangkan Beauty with a Purpose, tujuannya jelas bahwa Miss Indonesia harus diarahkan ke misi sosial. Kita akan bekerja sama dengan Jalinan Kasih RCTI untuk mengunjungi orang-orang yang kita bantu,” tutupnya.
Continue Reading »

Kamis, 17 November 2011

21 November, Tienuk & 7 Perias Yogya Tiba di Jakarta

Sana Sini News - TIENUK Riefki dipercaya untuk acara siraman dan resepsi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa. Demi kelancaran kedua acara tersebut, Tienuk pun memastikan akan mengajak tujuh perias pilihan asal Yogyakarta.

“Saya berangkat ke Jakarta tanggal 21 November. Tanggal itu, saya mengajak tujuh perias dari Yogyakarta. Jadi dengan saya ada delapan orang. Pagi harinya, 22 November, prosesi siraman dilangsungkan,” tutur Tienuk kepada okezone di Yogyakarta, Rabu (16/11/2011).

Selain mengerahkan tujuh perias, Tienuk juga bakal membawa dua rangkaian bunga melati untuk acara siraman.

“Yang saya bawa dari Yogyakarta, dua rangkai bunga melati untuk siraman dan peralatan make up. Semua peralatan mulai baju pengantin dan lain sebagainya sudah disiapkan keluarga Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” jelas perempuan kelahiran Yogyakarta, 29 Juni 1949 ini.

Perias empat benua itu menyampaikan, ada kebanggaan tersendiri dipercaya kembali merias keluarga orang nomor satu di Indonesia saat ini.

“Saya bersyukur sudah dipercaya lagi merias putra bungsu presiden. Dahulu, waktu putra pertama beliau, saya juga yang merias,” cerita perias dengan nama asli Tienuk Tien Rahayu ini.

Perempuan tiga putri ini pun menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak dapat terukur atas kepercayaan keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Continue Reading »

Selasa, 15 November 2011

9 Desainer APPMI Gelar Koleksi Gaun Cocktail

Sana Sini News - ALUNAN feminitas dan gaya urban begitu kental melekat pada pilihan cocktail dress. Kecenderungan wanita Indonesia untuk selalu tampil glamor dan elegan di berbagai kesempatan memicu kreativitas para desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Memasuki hari keempat ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2012, 9 desainer APPMI mempersiapkan masing-masing enam gaun yang menggelitik antusiasme penikmat mode. Show mengambil tempat di Fashion Tent, Pacific Place Mal, Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Dalam tema "Urban Futura", Malik Moestaram mengkombinasikan material acrilic dengan kain tradisional. Hasilnya, kreasi futuristik nan cantik bertabur bebatuan yang mewah dan fantastis.

Jimmy Fei Fei mengintrepretasikan benda-benda yang ada di dalam laut menjadi busana putri kerajaan yang misterius dan berseni tinggi. Sementara, mengusung tema "Black Butterfly", Grace Fenny memamerkan garis rancangan bersiluet feminin. Aplikasi material halus yang dibuat menggulung menjadi fokus desain. Tak ketinggalan, hairpiece berwarna senada pun ikut mempercantik.

Sentuhan oriental menjadi personifikasi rancangan Susan Zhuang dalam "Orient Blossom". Karyanya merepresentasikan arti keindahan yang sesungguhnya.

Adhyadma sukses menyita perhatian dengan perpaduan bahan kulit dan kain tradisional Kalimantan. Selain sebagai celana, bahan kulit bertransformasi sebagai outwear bak sayap malaikat.

Padmo Gardito dalam usungan tema "Herbarium" mengeksplorasi keunikan daun-daun kering yang tertuang dalam gaun cocktail yang indah. Bahan melayang bermotif daun makin sempurna dengan gradasi dua warna coklat dan putih lewat proses tie dye.

Kesan playful dan edgy langsung tertangkap dalam koleksi "Mambo Girls" karya Jazz Pasay. Terinspirasi dari film Black Swan dan Red Riding Hood, model mengenakan busana penari balet berwarna cerah.

"Everlasting Purpose" koleksi Misan yang mengangkat motif polkadot dan animal print. Koleksi didominasi oleh bustier beraksen bebatuan yang dikombinasikan rok panjang dan pita di bagian pinggang.

Harry Ibrahim mengaku terinspirasi dari pemain ice skating dengan menyuguhkan busana beraplikasi lipit yang dibentuk menjadi bunga. Dominasi warna abu-abu mengesankan efek dingin nan segar.

sumber : okezone
Continue Reading »

Senin, 14 November 2011

8 Desainer Busana Muslim Eksplorasi Kain Etnik Indonesia

Sana Sini News - KEINDAHAN dan nuansa warna alami kain-kain etnik Indonesia diubah menjadi koleksi memesona oleh 8 desainer busana muslim Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Pada sesi kedua segmen busana muslim Jakarta Fashion Week (JFW) 2012, koleksi yang dipamerkan begitu inspiratif.

Koleksi yang ditampilkan cocok bagi wanita muslim Indonesia yang ingin bergaya namun tidak keluar dari aturan berhijab. Terinspirasi dari Bohemian look, Najua Yanti merilis lini terbarunya "BellaBaric". Selain gamis bermotif etnik Indonesia dan jilbab menjuntai, atasan berbahan kaus menambah kesan feminin.

Sementara itu, dalam tema "Egyptian", Nieta Hidayani memamerkan koleksi busana muslim kasual berdetail ruffle dan pleat yang dipadankan dengan kain Kalimantan. Kain yang sengaja dililitkan di jilbab ini menambah kesan cantik tersendiri.

Songket ali sasak sukarane dari daerah Lombok Tengah berhasil diaplikasikan Lia Afif menjadi koleksi menakjubkan. Selain sebagai motif di lengan dan dada pada koleksi gamis, kain songket bertransformasi menjadi outwear, rok, dan hiasan jilbab.

Ida Royani juga memamerkan karya yang kental etnik Indonesia dalam usungan tema "From West to The East". Kain tenun asal NTT sebagai pelengkap maupun rok dipadukannya dengan jilbab turban nan menjuntai.

Bahan melayang dengan detail bunga mendominasi koleksi Adhi dan Alie. Keduanya menggunakan batik tulis dan lukis yang tampak mengagumkan untuk menggambarkan musim panas.

Cutting menawan bak siluet jam pasir membuat koleksi Yessy Riscowaty dengan tema "Kalih Rahina" terlihat sedap dipandang mata. Ia mengedepankan ready to wear era 1950-an dengan unsur etnik Bali yang tampak berkelas.

Tema "Dystopia" yang diusung Nuniek Mawardi terinspirasi dari kehancuran kota batu yang menjelma menjadi gunung kapur. Teknik tie dye pada kain dengan model jilbab unik sekaligus ekletik menjadikan seluruh rangkaian begitu berbeda.

Sesi kedua pagelaran busana muslim APPMI ditutup oleh Irna Mutiara. Irna yang mengangkat tema "Wonderful Growth" menampilkan detail kain yang digulung sebagai aksen gamis dan penghias jilbab. Koleksi didominasi oleh warna hijau mint yang segar.
Continue Reading »

Minggu, 13 November 2011

Artis Jadi Desainer, Aji Mumpung?

Sana Sini News - DUNIA fesyen Tanah Air semakin ramai dengan kehadiran artis yang menggeluti bidang desain fesyen. Kesanggupan menjawab keinginan dan kebutuhan konsumen diharapkan menjadi pondasi mereka mampu bertahan dalam bisnis fesyen.

Ajang Jakarta Fashion Week (JFW) selalu memberikan kesempatan bagi pencinta fesyen untuk memamerkan rancangan mereka di panggung “Grazia Glitz & Glam Award”. Untuk tahun keempat ini, beberapa artis berbagi satu panggung guna mempersembahkan koleksi sepatu, aksesori, dan busana mereka.

Salah satunya Ussy Sulistyowati dengan rancangan sepatunya bersama Andhika Pratama. Pasangan kekasih ini menampilkan alas kaki dengan beragam model dan konsep tabrak warna yang diberi merek "Ussy".

“Yang desain Andhika, aku lebih ke warna dan bahan. Tantangannya banyak, mungkin karena merancang sepatu kan jarang, lebih banyak baju. Sesuatu yang baru pasti lebih banyak tantangannya. Kita ingin bikin sesuatu yang berkualitas, itu kadang kepentok bahan yang enggak semua ada di Indonesia. Kita impor bahan dari luar sekitar 30 persen,” tutur Ussy kepada okezone usai show di JFW 2012, Pacific Place Mal, Jakarta, Minggu (14/11/2011).

Ussy sendiri tidak mempermasalahkan komentar sebagian orang yang mengatakannya aji mumpung. Ia yakin dan percaya diri bisa mengembangkan bisnis sepatunya yang dimulai sejak akhir Juli lalu dan sudah dijual secara online.

“Dibilang aji mumpung ya enggak apa-apa, toh sesuatu yang positif, tergantung apakah kita bisa menjawabnya dengan kualitas produk. Itu dengan proses, seperti aku dan Andhika bisa seperti sekarang karena dari awal mengalami metamorfosa,” tandasnya.

Bagaimana strategi Ussy membesarkan usahanya? “Semakin belajar, tanya ke mana-mana, Andhika rajin searching, manajemennya juga terus diperbaiki,” tutupnya.

Harus bisa menjawab pesanan

Kehadiran desainer baru memberi warna bagi dunia fesyen Tanah Air. Desainer kenamaan Barli Asmara menyambut baik warna baru yang senantisa hadir dalam ajang internasional sekelas JFW.

“JFW suatu ajang yang membuka kesempatan bagi desainer baru, seperti dunia yang berotasi, nanti juga ada giliran buat desainer baru lainnya. Aji mumpung enggak masalah, kalau dia punya talenta, kreativitas, dan hasilnya baik, kenapa tidak?,” katanya kepada okezone ditemui pada kesempatan yang sama.

Namun Barli menegaskan, desainer baru termasuk para artis ini harus siap dengan langkah selanjutnya setelah ajang JFW. Menurutnya, tantangan sebenarnya dimulai usai JFW, bagaimana mereka mampu memenuhi pesanan konsumen.

“Kita lihat bagaimana kesanggupan mereka ketika pesanan datang, apakah bisa memenuhinya? Karena kesulitan justru datang setelah hari (show-red) ini. Bagaimana dia bikin timeline supaya target pesananannya tercapai,” tutup desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini.

Pada show “Grazia Glitz & Glam Award”, 10 desainer artis yang tampil, di antaranya Dimas Beck dan Melly Goeslaw dengan lini "Not Your Average Star" yang menampilkan permainan warna hitam dalam garis rancangan edgy dan mudah dipadupadan; Claudia Hidayat dengan lini "Bohemian Treasures" yang mendesain aksesori dan tiara; Rossa dengan lini "Just A Girl" yang menawarkan pakaian kasual; Tia Ivanka dan Tiara Lestari dengan lini "Tesoro" menampilkan koleksi busana glamor; Indah Kalalo dan Fabiola dengan lini "Flirt" hadir dengan rancangan gaun berpotongan sangat seksi dan minimalis.
Continue Reading »