Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers
Tampilkan postingan dengan label Asia Tenggara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asia Tenggara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Hina Ratu Thailand, Seorang Pria Dibui 20 Tahun

Sana Sini News - Seorang pria Thailand terancam menghabiskan waktu 20 tahun ke depan di dalam penjara. Pria malang itu dinyatakan bersalah oleh pengadilan Thailand karena mengirim pesan singkat atau SMS yang menghina Ratu Thailand.

Pengadilan memutuskan Amphon Tangnoppaku bersalah atas empat tuduhan melanggar lese majeste atau kejahatan melakukan penghinaan terhadap keluarga kerajaan. Selain itu, dirinya juga dianggap bersalah melanggar undang-undang kejahatan cyber.

Atas tiap tuduhannya ini, Amphon divonis penjara lima tuduhan. Total, dirinya pun terpaksa mendekam di bui selama 20 tahun.

Ulahnya yang menghina Ratu Sirikit terjadi pada Mei 2010. Saat itu, Amphon mengirim pesan singkat berisi hinaan kepada sekretaris pribadi Ratu, yang juga mantan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva.

Amphon menepis segala tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dirinya merasa tidak pernah mengirim pesan singkat, bahkan dia pun tidak mengerti fungsi sms dalam sebuah telepon seluler.

Penangkapan yang didasarkan pada aturan lese majeste, meningkat tajam di saat kondisi Thailand dalam keadaan tidak stabil. Umumnya undang-undang ini digunakan oleh kelompok politik untuk menghabisi lawan politiknya.

Statistik menyebutkan kasus lese majeste di Thailand meningkat tajam pada 2010, yang mencapai 36 kasus. Dibandingkan pada 2005 yang mencapai 18 kasus.
Vonis atas Amphon pun dikecam keras oleh kelompok Amnesty International.

"Thailand harus meninggalkan lese majeste. Penerapan undang-undang itu amat kontra dengan kewajiban hukum internasional," unkap juru bicara Amnesty International Benjamin Zawacki seperti dikutip Associated Press, Kamis (24/11/2011).

Zawacki menilai Amphon adalah tahanan politik korban leste majeste. Pria berusia 61 tahun itu saat ini ditahan di Penjara Remand Bangkok. Dia ditahan tanpa ada kemungkinan bebas lewat uang jaminan.
(faj)
Continue Reading »

Myanmar Perbolehkan Warganya Berdemo

Sana Sini News - Parlemen Myanmar mencabut larangan demonstrasi damai bagi para warganya. Langkah ini merupakan salah satu bentuk perkembangan demokratisasi di negara yang sempat dipimpin oleh junta militer tersebut.

Rancangan undang-undang (RUU) baru akan segera ditandatangani Presiden Thein Sein dan berubah menjadi hukum. Lewat undang-undang baru itu, para warga Myanmar diperbolehkan untuk melakukan unjuk rasa dengan damai. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (24/11/2011).

Para demonstran diperbolehkan untuk membawa bendera dan simbol-simbol kepartaian lainnya. Namun, para demonstran harus tidak boleh berdemo di dekat kantor Pemerintah Myanmar, sekolah, rumah sakit, dan kantor kedutaan besar.

RUU itu muncul empat tahun setelah munculnya tragedi pemberantasan demonstrasi yang dilakukan oleh biksu oleh junta militer. Sebanyak 31 orang biksu ditahan dan ratusan lainnya dipenjara karena berdemonstrasi.

Perkembangan di Myanmar memang menjadi pokok perhatian masyarakat internasional. Myanmar juga dipastikan akan menjadi Ketua Asean pada 2014 mendatang.

Amerika Serikat (AS) bahkan menyambut perkembangan di Myanmar. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga berencana akan mengadakan lawatan ke Myanmar pada awal Desember mendatang untuk menyaksikan proses demokratisasi di negara tersebut.(rhs)
Continue Reading »

Pekan Depan Clinton Dipastikan ke Myanmar

Sana Sini News - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton dipastikan akan mengunjungi Myanmar pekan depan. Sebelumnya Presiden Barack Obama sempat menyatakan akan mengirim Clinton ke Myanmar, saat dirinya menghadiri KTT Asean pekan lalu di Bali.

Masih jelas diingatan bagaimana Obama menyambut baik perubahan yang terus terjadi di Myanmar. Menurutnya Myanmar terus menunjukan perkembangan demokrasi dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara pengumuman kunjungan Clinton ke Myanmar ini tidak lepas dari pengumuman partai yang dipimpin oleh tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, untuk kembali ke kancah politik negara yang dahulu disebut Burma.

"Kunjungan Menlu Clinton akan menunjukan pentingnya komitmen AS melakukan dialog langsung sebagai sebuah pendekatan langsung," pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip AFP, Kamis (24/11/2011).

"Beliau akan menyatakan dukungan (AS) atas proses reformasi yang terjadi di Myanmar dalam beberapa bulan terakhir, termasuk juga membicarakan proses reformasi yang kemungkinan besar dapat dibantu oleh AS," imbuh pernyataan tersebut.

Sebelum berangkat ke Myanmar, Clinton akan mampir sebentar ke Korea Selatan (Korsel) guna menghadiri pertemuan internasional mengenai bantuan kemanusiaan. Kunjungan ke Korsel ini akan berlangsung pada 30 November mendatang.
Continue Reading »

Thaksin Takkan Pulang

Sana Sini News - Mantan Perdana Menteri Thailand yang saat ini menjadi buronan, Thaksin Shinawatra, tidak berniat untuk pulang ke negaranya.

Lewat sebuah konferensi pers di Korea Selatan (Korsel) Thaksin menegaskan dirinya takkan kembali ke Thailand hingga adanya proses rekonsiliasi. Meski demikian, Kerajaan Thailand dikabarkan akan memberikannya amnesti pada 5 Desember mendatang, yang merupakan hari ulang tahun dari Raja Bhumibol Adulyadej.

Thaksin yang lengser pada 2006 lalu lewat kudeta militer saat ini hidup dalam pengasingan di Dubai, Uni Emirat Arab untuk menghindari penangkapan karena pria berusia 66 tahun ini mendapat dakwaan kasus korupsi. Pemberian amnesti yang mungkin didapatkannya dinilai akan meningkatkan ketegangan di Thailand. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (23/11/2011).

Di Korsel, Thaksin pun menegaskan, dirinya siap untuk melakukan pengorbanan demi terciptanya rekonsiliasi di Thailand dan berjanji tidak akan pulang sebelum rekonsiliasi itu terjadi.

Meski demikian Pemerintah Thailand sudah menyatakan penolakannya terhadap pemberian amnesti untuk Thaksin. Oposisi pemerintah mengancam untuk turun ke jalan bila Thaksin memang akan pulang ke kampung halamannya.

Banyak pihak yang menilai, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang merupakan adik dari Thaksin, tengah mengatur strategi untuk memulangkan kakaknya yang saat ini menjadi buronan.(rhs)
Continue Reading »

Minggu, 20 November 2011

Arroyo Tetap Ditahan di Rumah Sakit

Sana Sini News - Pengadilan Filipina mengizinkan mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo untuk ditahan sementara di rumah sakit. Sementara pengacaranya terus berjuang untuk mengusahakan kebebasannya.

Arroyo ditahan dalam ruangan rumah sakit St. Luke yang mewah. Selama di rumah sakit, politisi berusia 64 tahun ini dirawat atas penyakit tulang yang dideritanya selama ini. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (21/11/2011).

Tetapi, keputusan pemerintah ditentang oleh aktivis sayap kiri Filipina. Mereka mendesak agar Arroyo tetap dipenjara di dalam sel umum, seperti layaknya pelaku kriminal lainnya.

Padahal, Kepolisian Filipina sudah mempersiapkan sel khusus yang dilengkapi kamar tidur dan sebuah dapur kecil serta memiliki pendingin ruangan.

Terlepas dari semua kontroversi yang meliputi penahanan Arroyo, Presiden Benigno Aquino berjanji akan memperlakukan Arroyo dengan hormat. Sementara Ferdinad Topacio yang selama ini membela kasus Arroyo, menilai pemerintah tidak memiliki hati karena melakukan penahanan terhadap kliennya.

Topacio menepis jaminan dari Pemerintah Filipina, bahwa Arroyo akan mendapatkan pengadilan yang layak. Menurutnya Pemerintah Filipina memang berniat untuk menahan mantan presiden tersebut dan kemungkinan besar dirinya tidak bisa merayakan Natal bersama keluarganya tahun ini.

Sempat disebut sebagai perempuan paling berkuasa di Asia, Arroyo saat ini justru menjadi pesakitan. Dirinya, dianggap melakukan kecurangan pemilu 2007 yang membuatnya terpilih kembali sebagai senator. Pelaku kecurangan pemilu di Filipina, pada umumnya terancam penjara selama 40 tahun.

Namun, Arroyo menyanggah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Saat ini, tim pengacaranya berencana untuk mempertanyakan legalitas Komisi Pemilihan Filipina dan pihak Kementerian Kehakiman Filipina untuk melaporkan dakwaan kecurangan pemilu ini.
Continue Reading »

Sabtu, 19 November 2011

AS Bantu RI Bangun Pusat Latihan Pasukan Perdamaian

Sana Sini News - Amerika Serikat (AS) dan Indonesia berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia. AS pun menjanjikan membantu pembangunan pusat latihan pasukan perdamaian di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sejak 2006 lalu, AS sudah mengucurkan dana sebesar USD14,8 juta atau sekira Rp133 miliar untuk membantu operasi pasukan perdamaian Indonesia.

AS pun terlibat dalam pembangunan pusat latihan bagi para pasukan perdamaian yang ada di Sentul. Fasilitas ini akan dibangun di tanah seluas 159 hektare dan akan selesai pada 2013 mendatang. Fasilitas ini akan sanggup menampung 1.500 pasukan. Demikian seperti diberitakan Lembar Fakta Departemen Luar Negeri AS yang diterima okezone, Sabtu (19/11/2011).

Setelah pusat pelatihan dibangun, pasukan Indonesia akan diberikan pelatihan yang mendetil sebelum dikerahkan ke negara lain dalam misi perdamaian.

Kerja sama penjagaan perdamaian merupakan salah satu dari program Kerja Sama Komprehensif AS dan Indonesia.

Global Peace Operation Initiative (GPOI) juga mendanai pembangunan barak dan pengadaan peralatan bagi pasukan Indonesia yang menjalankan misi perdamaian.

Sejak 1957 silam, Indonesia sudah mengerahkan 24 ribu pasukan perdamaian melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini, sebanyak 1.700 pasukan perdamaian asal Indonesia sudah disebar di negara-negara yang ada di belahan dunia seperti Lebanon, Kongo, dan Haiti.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa juga berencana meningkatkan jumlah pasukan perdamaian Indonesia yang siap menjalankan misi perdamaiannya di belahan dunia ini.
Continue Reading »

Selamatkan Lingkungan, AS Bantu RI Rp5 Triliun

Sana Sini News - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mengumumkan AS akan memberikan bantuan ke Indonesia sebesar USD600 juta atau sekira Rp5 triliun untuk menyelamatkan lingkungan.

Dana itu akan disalurkan lewat salah satu badan bantuan milik Pemerintah AS, Millenium Challenge Corporation (MCC). Clinton mengumumkan bantuan itu dalam pertemuan East Asia Summit (EAS) yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

"Satu di antara tujuh desa di Indonesia tidak memiliki aliran listrik yang bagus dan banyak desa di Indonesia menggunakan energi solar yang mahal dan juga akan mengotori lingkungan," ujar Clinton, seperti dikutip AFP, Sabtu (19/11/2011).

"Pembalakan liar, konversi lahan pertanianlah, pencemaran air dan praktik-praktik yang merusak lingkungan lainnya akan berakibat buruk pada kekayaan alam," tambahnya.

Sejak menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Perubahan Iklim di Bali pada 2007 lalu, Indonesia telah melancarkan berbagai upaya untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Meski demikian, Indonesia merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia ini.

Sebanyak 85 persen gas tersebut umumnya disebabkan adanya pembalakan liar dan perusakan lingkungan lainnya. Bantuan dana dari MCC bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca tersebut.
Continue Reading »

Demi Arroyo, Aquino Lewati Makan Malam di Bali

Sana Sini News - Presiden Filipina Benigno Aquino tampaknya harus melewati jamuan makan malam di pertemuan East Asia Summit (EAS) yang diselenggarakan di Bali karena mengurus kasus mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo yang berstatus terdakwa.

Arroyo saat ini masih terbaring di rumah sakit dan menjadi terdakwa atas kasus kecurangan terhadap pemilihan umum pada 2007 lalu. Wanita berusia 64 itu tengah menderita penyakit tulang yang cukup langka. Demikian seperti diberitakan AFP, Sabtu (19/11/2011).

Presiden Aquino pun melewati jamuan makan malam di Bali karena dirinya selalu mendapatkan telepon dari para pejabat Filipina di Kota Manila yang mengurus kasus Arroyo.

Penangkapan Arroyo merupakan hal yang sudah dikampanyekan oleh Presiden Aquino sejak menjabat sebagai Presiden Filipina. Arroyo dikabarkan juga menjadi tersangka dalam kasus korupsi.

Menyaksikan kondisi Arroyo yang tidak sehat, Pemerintah Filipina pun memutuskan untuk tidak memenjarakannya. Arroyo diperbolehkan untuk tinggal di rumah sakit.

Pemerintah Filipina juga sudah berjanji akan memperlakukan Arroyo dengan baik dan hormat. Kepolisian bahkan tidak diperbolehkan untuk memborgol mantan Presiden Filipina yang sedang sakit itu.
Continue Reading »

Jumat, 18 November 2011

China Tak Inginkan Hegemoni

Sana Sini News - Perdana Menteri China Wen Jiabao mencoba untuk meyakinkan seluruh negara di kawasan Asia Tenggara bahwa China hanya ingin bekerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut, meski adanya peristiwa sengketa Laut China Selatan.

"China tidak akan mencari hegemoni. Kami pun menolak segala hal yang bersifat hegemonis," ujar Wen di Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke 19, seperti dikutip Xinhua, Sabtu (19/11/2011).

"China, akan menjadi tetangga, sahabat, dan mitra yang baik bagi Asean," tambahnya.

Pernyataan Wen muncul di tengah adanya sengketa Laut China Selatan yang saat ini kian memanas. Dalam sengketa itu, China pun tampak berseteru dengan Filipina dan juga Vietnam.

China pun tampak keberatan dengan campur tangan Amerika Serikat (AS) di sengketa Laut China Selatan. Belakangan ini, AS pun tampak mendukung Filipina yang merupakan salah satu mitranya dalam sengketa Laut China Selatan.

"Pasukan asing tidak akan diperbolehkan untuk ikut campur dalam masalah ini. Laut China Selatan harus diselesaikan oleh negara-negara yang bersengketa lewat sebuah dialog," ujar Wen.

Isu sengketa Laut China Selatan tampak merenggangkan hubungan China dan Filipina, serta Vietnam. Beberapa bulan yang lalu, Filipina pun kerap melakukan latihan militer bersama dengan AS di dekat wilayah sengketa tersebut. Vietnam juga tampak melakukan aktivitas yang sama dengan Filipina.
Continue Reading »

Hadapi Banjir, Thailand Gandeng China

Sana Sini News - Menteri Luar Negeri China Wen Jiabao dan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk penanggulangan bencana.

Wen mengatakan, China akan meningkatkan kerja sama keamanan dengan Thailand untuk mengamankan Sungai Mekong dan membantu Thailand mengatasi banjir.

Thailand pun berterima kasih dengan adanya bantuan dari China terhadap para korban banjir di Thailand. Hal ini dinilai menunjukkan persahabatan antara China dan Thailand.

"Thailand menyambut perusahaan China yang berpartisipasi dalam proses rekonstruksi kota di Thailand, pascabanjir," ujar Yingluck, seperti dikutip Xinhua, Sabtu (19/11/2011).

Yingluck mengatakan, hubungan Thailand dan China merupakan suatu hal yang penting. Yingluck juga berharap kerja sama dengan China akan semakin meningkat di masa yang akan datang. Thailand juga selalu menyambut perusahaan China yang ingin berinvestasi.

Saat ini, jumlah korban banjir di Thailand semakin meningkat dan hampir mencapai 600 orang. Beberapa provinsi di Thailand pun tampak digenangi air.

Banjir yang menerjang Thailand dipicu oleh hujan deras yang berawal pada pertengahan Juli lalu, sekira lima juta warga menjadi korban banjir. Meski demikian, Gubernur Kota Bangkok Sukhumbhand Paribatra yakin, banjir yang terjadi di jalanan Kota Bangkok akan surut beberapa bulan yang akan datang.
Continue Reading »

Partai Suu Kyi Segera Daftarkan Diri di Pemilu

Sana Sini News - Partai Liga Demokrasi Nasional (NDL) yang dipelopori oleh tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi memutuskan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum (pemilu) Myanmar yang akan segera diselenggarakan.

NDL sempat menolak untuk mendaftarkan diri di pemilu 2010 karena ada larangan terhadap Suu Kyi yang hendak kembali ke ranah politik. Setelah reformasi terjadi, Suu Kyi pun dibebaskan dari rumah tahanan dan diperbolehkan berpartisipasi dalam proses politik. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Jumat (18/11/2011).

Suu Kyi juga sudah mengatakan, dirinya akan kembali masuk ke arena politik karena adanya reformasi. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama juga sudah mengutus Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk mengunjungi Myanmar.

Popularitas NDL tampaknya semakin meningkat di Myanmar karena ada supremasi sipil. Dukungan terhadap Suu Kyi juga sudah tampak di kalangan masyarakat internasional.

NDL sebelumnya sempat memenangkan pemilu pada 1990 silam, namun junta militer Myanmar langsung memboikot hasil pemilu itu. Suu Kyi pun ditahan oleh junta militer selama 15 tahun dan dirinya pun dibebaskan baru-baru ini.

Meski sudah ada pembebasan terhadap oposisinya, Myanmar masih menahan banyak tahanan politik. Para tahanan politik Myanmar pun dikabarkan sulit untuk mendapatkan grasi.
Continue Reading »

Korban Jiwa Banjir Thailand Capai 594 Orang

Sana Sini News - Sebanyak 594 orang tewas dalam bencana banjir di Thailand. Beberapa provinsi pun dikabarkan masih tergenang air.

Banjir yang menerjang Thailand dipicu oleh hujan deras yang berawal pada pertengahan Juli lalu. Sebanyak 77 provinsi di Thailand saat ini masih dilanda banjir dan sekira lima juta warga menjadi korban banjir. Demikian seperti diberitakan IANS, Jumat (18/11/2011).

Sebanyak 300 ribu warga di Thailand juga terancam kehilangan pekerjaannya akibat banjir yang mengerikan tersebut. Banjir itu juga sudah menerjang bandar udara.

Banjir yang terjadi di Thailand menimbulkan desakan kepada Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra untuk turun dari jabatannya. Tetapi Yingluck bersumpah untuk tetap menjabat sebagai perdana menteri dan berjanji akan tetap berjuang untuk mengatasi banjir.

Meski demikian, Gubernur Kota Bangkok Sukhumbhand Paribatra yakin, banjir yang terjadi di jalanan Kota Bangkok akan surut beberapa bulan yang akan datang.

Banjir ini menjadi banjir terburuk yang pernah ada dalam sejarah Thailand. Selain Thailand, Kamboja dan Vietnam pun dilanda bencana yang sama.
Continue Reading »

Filipina Akan Perlakukan Arroyo dengan Baik

Sana Sini News - Pemerintah Filipina berjanji akan memperlakukan mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo dengan baik dan hormat, meski dirinya didakwa melakukan kecurangan pemilihan umum.

Menteri Kehakiman Filipina Leila de Lima mengatakan, kepolisian akan segera mengeluarkan surat penangkapan terhadap Arroyo yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

"Kami akan memperlakukan mantan presiden kami dengan hormat, kepolisian tidak akan memborgolnya atau membawanya keluar dari rumah sakit," ujar de Lima, seperti dikutip Deutsche Presse, Jumat (18/11/2011).

Arroyo ditahan di rumah sakit sejak Selasa lalu ketika dirinya mencoba untuk meninggalkan Filipina. Arroyo memutuskan untuk menunda pengobatannya ke luar negeri karena kondisi kesehatannya makin memburuk.

Wanita berusia 64 tahun ini menderita penyakit tulang yang cukup langka, namun harus tetap menjalani proses pengadilan di Filipina.

Selain mencurangi pemilihan umum, Arroyo yang sudah berkuasa sembilan tahun di Filipina itu juga menjadi tersangka kasus korupsi. Presiden Filipina Benigno Aquino bahkan sudah berjanji akan menangkap Arroyo secepatnya.
Continue Reading »

Arroyo Diadili Hari Ini

Sana Sini News - Pemerintah Filipina dan pihak kehakiman di Filipina siap mengadili mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo hari ini, terkait isu korupsi.

Pada Kamis kemarin, kondisi Arroyo tampak memburuk, dirinya tak bisa tidur karena sakitnya. Arroyo pun tidak sanggup untuk berobat ke luar negeri. Mahkamah Agung akhirnya memutuskan untuk mengadili Arroyo pada 11.00 waktu setempat.

"Sangat mungkin, pengadilan akan mengadili Arroyo hari ini," ujar juru bicara pengadilan Midas Marquez, seperti dikutip AFP, Jumat (18/11/2011).

Pengadilan sebelumnya sudah meminta Pemerintah Filipina yang mendakwa Arroyo atas tuduhan korupsi dan penipuan, agar mencabut larangan bepergian terhadap Arroyo. Meski demikian, Pemerintah Filipina menentangnya, dan tetap mencegat Arroyo pada Selasa malam di bandara.

Menurut Menteri Kehakiman Filipina, Arroyo harus ditahan agar tidak pergi ke negara lain. Arroyo juga akan tetap dirawat di Manila.

Salah satu alasan yang membuat Arroyo hendak meninggalkan negaranya adalah karena operasinya di Filipina gagal, dan kondisi kesehatannya makin menurun.

Mantan Presiden Filipina yang berusia 64 tahun itu menjabat selama sembilan tahun, dan saat ini menderita penyakit tulang yang cukup langka.
Continue Reading »

Asean Resmikan Myanmar Sebagai Ketua pada 2014

Sana Sini News - Myanmar, secara resmi akan mengetuai Asean pada 2014 mendatang, meski banyak pihak yang menyatakan kekhawatirannya terhadap penegakkan HAM dan demokratisasi di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan, para petinggi negara anggota Asean sudah memutuskan, Myanmar akan menjadi Ketua Asean pada 2014.

"Ini bukanlah masa lalu, keketuaan Myanmar adalah untuk masa depan. Kami memastikan, proses perubahan di Myanmar terus berlanjut," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, seperi dikutip Associated Press, Jumat (18/11/2011).

Pada 2006 lalu, proposal keketuaan Myanmar di Asean terpaksa ditolak karena negara yang sempat dikuasai junta militer itu menahan sekira 2.000 orang dan mendapat kritik pedas terkait pelanggaran HAM.

Namun, kini Myanmar mulai membuka diri dan melaksanakan demokratisasi dengan membebaskan oposisinya yang merupakan tokoh pro-demokrasi Aung San Suu Kyi. Selain itu, Myanmar juga akan segera menyelenggarakan pemilihan umum dan mulai menjamin kebebasan media.

Myanmar juga menunda kerja samanya dengan China dalam pembangunan waduk, yang dahulu menjadi salah satu mitra terdekatnya. Meski demikian, para aktivis HAM mengatakan, masih terlalu cepat untuk merayakan reformasi di Myanmar.

Aktivis HAM tetap menginginkan bukti-bukti pelanggaran HAM dan juga pembebasan terhadap para tahanan politik di negara tersebut.

Sementara itu Amerika Serikat (AS) dan Barat tampak mengendurkan sanksi politik dan ekonominya terhadap Myanmar. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, dirinya siap untuk menjadi mitra Myanmar asalkan reformasi di negara tersebut berjalan dengan lancar.
Continue Reading »

Kamis, 17 November 2011

AS Perkuat Militer di Australia, Indonesia Patut Khawatir

Sana Sini News - Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat militernya di Australia, dikhawatirkan menciptakan ketegangan dan ketidakpercayaan di kawasan Asia Pasifik.

AS sendiri berencana untuk menambah kehadiran pasukan marinir mereka di wilayah utara Australia hingga 2.500 personel, terhitung mulai pertengahan 2012.

Diperkirakan penguatan militer AS di Negeri Kangguru itu, merupakan upaya AS untuk menangkal kekuatan China.

"Saya tidak ingin melihat adanya perkembangan yang dapat memprovokasi reaksi dan perlawanan, yang tentunya dapat menciptakan ketegangan serta ketidakpercayaan antar beberapa pihak," ungkap Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa seperti dikutip ABC, Kamis (17/11/2011).

Menlu Natalegawa juga menyampaikan kekhawatirannya atas perluasan kekuatan militer AS ini. Memang rencana AS ini jelas sekali memperlihatkan penambahan militer AS di pintu belakang wilayah Indonesia.

China sendiri mengkritisi langkah yang dilakukan oleh AS dan Australia. Meskipun Presiden Obama sendiri mengatakan hal ini dilakukannya sebagai bentuk komitmen bagi seluruh wilayah Asia Pasifik.

Obama dan PM Gillard sebelumnya sepakat untuk memperbaharui kerja sama militer diantara keduanya. Kerja sama keamanan yang diperbaharui antara AS dan Australia ini dipandang banyak pihak sebagai bentuk ketakutan Negeri Paman Sam kepada kekuatan China yang berkembang agresif.

Tetapi Obama menyanggah pandangan tersebut. Obama menegaskan bahwa anggapan AS takut terhadap China adalah sebuah kesalahan. Selain itu anggapan bahwa AS mengabaikan China juga merupakan kesalahan besar.
Continue Reading »

Selasa, 15 November 2011

Kabinet Thailand Sokong Amnesti Thaksin

Sana Sini News - Kabinet Thailand mendukung dekrit amnesti yang dinilai kontroversial bagi mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Amnesti ini dapat menjadi jalan bagi kembalinya Thaksin dari pengasingannya.

Mantan PM Thailand yang juga kakak dari Perdana Menteri Yingluck Shinawatra tersebut, melarikan diri saat dirinya dituduh melakukan korupsi.

PM Yingluck sendiri belum mengkonfirmasi mengenai dukungan kabinet tersebut. Kembalinya Thaksin dipastikan akan mendapatkan kecaman dari pihak oposisi Thailand, yang sejak awal tidak pernah menyetujui amnesti tersebut.

Draft amnesti ini sendiri harus disetujui oleh Raja Bhumibol Adulyadej. Menurut aturan kerajaan, pelaku kejahatan hanya akan diberikan amnesti bila sudah berada di atas 60 tahun dan dijatuhi hukuman penjara di bawah tiga tahun. Amnesti ini biasanya diberikan setiap ulang tahun Raja pada 5 Desember.

Thaksin yang lengser dari jabatannya usai dikudeta militer 2006 lalu, saat ini berusia 62 tahun. Kini dirinya tinggal di pengasingan di Dubai, guna menghindari penjara dua tahun atas tuduhan korupsi.

Tetapi kemungkinan bagi kembalinya Thaksin ke Thailand terbuka lebar saat adiknya Yinluck menang dalam pemilu Thailand Juli lalu. Kemenangan Yingluck ini memang tidak lepas dari popularitas kakaknya, di kalangan miskin Negeri Gajah Putih itu.

Kembalinya Thaksin ke Thailand sepertinya akan menimbulkan kemarahan dari para lawannya. Thaksin dikenal memiliki banyak musuh di kalangan elit militer, pihak Istana, dan birokrat. Hal ini pula dikhawatirkan dapat memicu perpecahan, setelah Thailand dilanda aksi protes yang berujung kekerasan tahun lalu.

Sementara kelompok oposisi Partai Demokrat langsung mengkritik dukungan kabinet itu. "(Pemberian amnesti) ini menunjukan mereka memang bermaksud untuk menolong satu orang," ungkap juru bicara Partai Demokrat Sakoltee Phattiyakul seperti dikutip AFP, Rabu (16/11/2011).

Dukungan kabinet atas amnesti Thaksin, sepertinya bukan yang tepat. Saat ini memang posisi Yingluck sangat sensitif, di saat dirinya terus mendapatkan kritikan keras dalam menghadapi bencana banjir yang melanda Thailand.

"Di saat banjir belum selesai, kabinet malah menyetujui amnesti ini," tuturnya Phattiyakul.
Continue Reading »

Menlu Asean Bertekad Selesaikan Konflik Kawasan

Sana Sini News - Para Menteri Luar Negeri negara anggota Asean memiliki komitmen yang sama kuat untuk bisa berbuat nyata dalam menyelesaikan persoalan atau konflik kawasan.

Hal itu terungkap setelah para Menlu Asean mengadakan pertemuan membahas tindak-lanjut hasil-hasil pertemuan Menlu Asean ke-44 di Bali pada 19 Juli 2011 dan pertemuan informal Menlu di New York, 24 September 2011.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, usai memimpin pertemuan menjelaskan soal sikap dan pandangan para Menlu terhadap berbagai persoalan kawasan dan global.

“Asean kini berbeda dengan Asean yang lalu” ujar Marty di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2011).

Ia menjelaskan, saat ini, Asean ingin berbuat nyata dan berhadapan dengan masalah serta menyelesaikannya secara langsung.

Marty mencontohkan, bagaimana penanganan persoalan perbatasan Thailand - Kamboja dan perubahan dramatik di Myanmar. "Kita telah berbicara secara langsung untuk mencari jalan keluar yang memadai,” tegas Marty.

Selain komitmen tersebut, dalam pertemuan itu juga membahas berbagai isu penting lainnya seperti pembentukan Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi (ASEAN Institute for Peace and Reconciliation), aksesi Brazil terhadap Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty of Amity and Cooperation).

Juga dibahas isu lainnya menyangkut implementasi Deklarasi Tata Perilaku Pihak-Pihak di Laut China Selatan (Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea/DOC)

Topik-topik lain mengenai Pengembangan Komunitas Asean, Implementasi Piagam Asean, dan rencana pemberlakuan Visa Bersama Asean (ASEAN Common Visa) untuk warga negara non-Asean, juga menjadi agenda pembahasan.

"Para Menteri sepakat mengenai perlunya melakukan kajian dan menyampaikan rekomendasi mengenai suatu peta jalan (roadmap) mengenai rencana pemberlakuan visa bersama Asean," imbuh Marty.

Dalam kesempatan sama, para menteri saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu kawasan dan internasional yang menjadi perhatian bersama, diantaranya mengenai Semenanjung Korea dan Timur Tengah.

Sementara isu-isu lain yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai rencana keketuaan Myanmar di Asean tahun 2014, Komisi HAM Asean (AICHR), dan prakarsa kerjasama kawasan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana banjir.

Isu lain juga dibahas mengenai permohonan keanggotaan Timor Leste pada Asean dan adanya kesepakatan untuk membahasnya lebih lanjut pada Pertemuan Dewan Koordinasi Asean.
Continue Reading »

PM Thailand: Banjir Bangkok Lanjut hingga Tahun Depan

Sana Sini News - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengatakan, banjir yang terjadi Bangkok diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan. Masih banyaknya wilayah Bangkok yang tergenang air menyebabkan, PM Yingluck mengeluarkan perkiraan tersebut.

Banjir yang melanda Thailand saat ini adalah yang terburuk yang pernah dialami selama setengah abad terakhir. Hal ini disebabkan hujan muson yang turun deras dan ditambah gelombang air laut yang tinggi.

Bencana ini sendiri sudah menyebabkan 562 jiwa orang tewas dan merusak jutaan rumah serta merusak pertanian milik warga dihampir 50 provinsi di Negeri Gajah Putih tersebut.

Dalam upayanya untuk mengembalikan Bangkok sebagai pusat ekonimi dan pemerintahan, pemerintah setempat sudah berupaya keras untuk menghalau air lebih banyak lagi masuk ke Bangkok. Lewat kanal, air banjir tersebut terus dialihkan menuju laut.

"Secara pribadi saya ingin melihat warga bersenang-senang saat tahun baru, tetapi saya tidak yakin dengan kondisi yang dihadapi di wilayah barat (Bangkok) yang sulit sekali dikendalikan airnya," jelas Yingluck seperti dikutip AFP, Selasa (15/11/2011).

Sementara adik mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra tersebut memperkirakan wilayah Timur Thailand akan segera mengering dari air, sebelum tahun baru.

"Situasi umum yang terjadi saat ini mulai stabil, karena air sudah bergerak menuju ke laut. Tetapi cepat lambatnya air mengering, tergantung dari permukaan masing-masing wilayah," imbuhnya.

Warga Bangkok saat merasa frustrasi dengan kondisi yang mereka alami saat ini. Senin kemarin, warga yang marah, melakukan protes dengan memblokir jalan raya.

Banjir juga mengancam kesehatan dari Raja Thailand Bhumimol Adulyadej.
Raja dikabarkan sempat pingsan saat mengetahui kondisi yang melanda negaranya. Namun, kondisi kesehatan Raja saat ini dipastikan mulai stabil.

Yingluck sendiri menolak desakan mundur dari beberapa pihak yang menilainya tidak becus menangani banjir. Dirinya bersikeras akan menemani rakyat Thailand hingga bencana ini berakhir.

Sumber : okezone
Continue Reading »

Minggu, 13 November 2011

Myanmar Akan Kembali Membebaskan Tahanan

Sana Sini News - Myanmar akan kembali membebaskan tahanan hari ini. Beberapa di antaranya tahanan politik yang sebelumnya sudah ditahan bertahun-tahun.

"Beberapa tahanan akan dibebaskan hari ini," ungkap pejabat Pemerintah Myanmar yang tidak ingin disebut namanya seperti dikutip AFP, Senin (14/11/2011).

Sementara beberapa pejabat lainnya menambahkan, bahwa tahanan lain yang akan dibebaskan, berasal dari penjara di Yangon.

Keputusan pemerintah mengenai pembebasana tahanan ini mengikuti keputusan Oktober lalu. Saat itu sekira 6.000 tahan dibebaskan, termasuk di antaranya 200 tahanan politik.

Keputusan ini mengundang pujian dari negara barat yang ingin melihat perubahan dari Myanmar.
Continue Reading »