Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers
Tampilkan postingan dengan label Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timur Tengah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

AS Serukan Warganya Agar Tinggalkan Suriah

Sana Sini News - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Kota Damaskus, Suriah menyerukan warga AS agar meninggalkan Suriah secepatnya.

AS juga mengumumkan, Dubes AS untuk Suriah Robert Ford dipastikan tidak akan kembali lagi ke Damaskus. AS sebelumnya juga sudah sempat kecewa dengan minimnya perlindungan terhadap para perwakilan negara lain di Suriah. Demikian seperti diberitakan CBS, Kamis (24/11/2011).

"Kedubes AS di Damaskus mendesak seluruh warga AS di Suriah untuk meninggalkan Suriah secepatnya, kami akan sediakan transportasi," demikian ujar Kedubes AS.

Dubes Ford juga sempat diserang oleh para pendukung Presiden Suriah Bashar al Assad. Saat itu, Dubes Ford tampak dilempari batu dan juga tomat. Mobil milik Kedubes AS juga kerap dilempari batu oleh para demonstran.

Selain AS, Turki juga menyerukan warganya di Suriah agar berhati-hati. Pada Senin kemarin, bus yang mengangkut warga Turki diberondong oleh pasukan Suriah. Hal ini pun langsung membuat Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan berang.

Suriah sudah mendapat banyak kecaman dari Barat dan juga negara-negara yang dahulu merupakan mitranya. Prancis bahkan sudah mengusulkan adanya intervensi militer untuk melindungi warga sipil di Suriah.

Usulan Prancis juga tampak didukung oleh Uni Eropa. Meski demikian, AS sendiri belum berkomentar tentang adanya rencana intervensi militer ke Suriah.

Segala bentuk intervensi militer ke Suriah tampaknya juga akan berhadapan dengan Rusia, karena negeri beruang merah itu sudah mengirimkan kapal perangnya ke Suriah untuk mewaspadai serangan dari Barat.(rhs)
Continue Reading »

Takut Diculik, Pasukan Israel Bawa Gas Air Mata

Sana Sini News - Militer Israel berencana akan memberikan gas air mata kepada personilnya yang tidak membawa senjata demi menghindari penculikan, seperti yang dialami oleh Gilad Schalit.

Gas air mata akan diberikan kepada seluruh personil militer Israel yang bekerja di kantor. Para pasukan yang berpatroli tidak akan diberikan gas air mata karena mereka tentunya membawa senapan. Demikian seperti diberitakan Xinhua, Kamis (24/11/2011).

Kebijakan ini diberlakukan setelah adanya penculikan terhadap salah seorang pasukan Israel oleh Hamas, Gilad Schalit.

Saat Schalit dibebaskan, intelijen Israel mendengar kabar, para pejuang Hamas di Gaza dan Lebanon berencana akan mengadakan penculikan lagi terhadap pasukan Israel. Pejabat Hamas bahkan mendesak warga Palestina agar menculik lebih banyak lagi, para pemukim Yahudi.

Penculikan ini dilakukan oleh Hamas untuk mendesak Israel agar membebaskan para tahanan Palestina yang saat ini masih ada di penjara.

Sekira 550 tahanan Palestina dikabarkan masih ada di penjara Israel, dan mereka pun akan segera dibebaskan pada Desember mendatang.

Selain menggunakan gas air mata, pasukan Israel juga dilatih untuk berkelahi tanpa senjata untuk menyelamatkan diri dari upaya penculikan.(rhs)
Continue Reading »

Polisi & Demonstran Mesir Buka Opsi Damai

Sana Sini News - Polisi dan pengunjung rasa yang melakukan aksi protes di alun-alun Tahrir, membuka peluang mereka untuk berdamai. Sebelumnya bentrokan antara kedua pihak yang terjadi selama enam hari terakhir menyebabkan 40 orang tewas.

Saat ini kerusuhan dikabarkan terus mereda tetapi ketegangan tampak masih meliputi wilayah alun-alun Tahrir. Pihak militer Mesir terus mendirikan barikade yang memisahkan para demonstran dan polisi.

Rencananya pihak keamanan Mesir akan mengajukan gencatan senjata yang akan dimulai pukul 6:00 sore waktu setempat dan berakhir pada pagi hari. Namun belum ada kepastian mengenai rencana gencatan senjata ini. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (24/11/2011).

Ditengah rencana gencatan senjata yang diajukan, seorang sutradara film asal Amerika Serikat (AS) mengaku sempat ditangkap oleh polisi Mesir saat merekam aksi protes. Kamera miliknya dikabarkan disita oleh kepolisian.

Sutradara AS itu diketahui terpisah dari rombongan saat tembakan gas air mata dilepaskan ke arah para pengunjuk rasa. Hingga saat ini belum diketahui nasib dari sutradara tersebut.

Penangkapan atas sutradara AS itu menambah daftar warga AS yang ditangkap saat aksi kerusuhan di alun-alun Tahrir. Sebelumnya tiga orang mahasiswa AS juga ditangkap karena turut serta dalam aksi protes.

Ketiga mahasiswa itu saat ini masih ditahan oleh pihak keamanan Mesir. Mereka dipastikan tidak akan pulang untuk berkumpul keluarganya, disaat hari libur Thanksgiving.

Pihak AS sendiri sudah memberikan bantuan hukum kepada ketiga mahasiswa itu. Diperkirakan ketiganya dihadapkan pada tuntutan hukum yang berat setelah beredar bukti video keikutsertaan mereka dalam aksi protes.
(faj)
Continue Reading »

Demonstran Tewas, Militer Mesir Minta Maaf

Sana Sini News - Dewan Militer Mesir yang berkuasa sementara di Mesir saat ini, meminta maaf atas tewas para pengunjuk rasa yang menuntut kembalinya pemerintahan sipil. Hingga saat ini, 40 orang pengunjuk rasa dikabarkan tewas dalam aksi protes.

"Dewan Militer menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf atas kematian para martir, saat protes yang terjadi di alun-alun Tahrir, Kairo," pernyataan Dewan Militer Mesir seperti dikutip AFP, Kamis (24/11/2011).

Selain itu, pihak Dewan Militer juga menyampaikan permintaan maaf serta belansungkawa atas korban yang tewas di kota lain diluar Kairo.

Pusat Kota Kairo itu saat ini kembali dipenuhi oleh rakyat Mesir yang sebelumnya melakukan aksi protes menurunkan kekuasaan Hosni Mubarak Februari lalu. Saat ini, para pengunjuk rasa melakukan aksi protes mendesak Dewan Militer untuk menyerahkan kekuasaan mereka kepada sipil.

Pihak militer sebenarnya sudah menjamin akan kembali ke barak dalam waktu enam bulan, setelah mantan Presiden Hosni Mubarak lengser dari kekuasaannya. Tetapi rakyat Mesir sudah terlanjur kesal, karena merasa tidak ada perubahan berarti meskipun Mubarak sudah turun.

Jenderal Hussein Tantawi yang memimpin Dewan Militer Mesir mengatakan, pihak telah mencapai kesepakatan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengenai perpindahan kekuasaan ke pihak sipil. Tetapi kesepakatan yang diraih ini tidak membuat rakyat Mesir senang.

Sebagian besar dari mereka tidak lagi mempercayai pihak IM. Rakyat menilai IM saat ini lebih mendukung pihak militer dibandingkan rakyat Mesir sendiri.

Sementara melalui kesepakatan yang dicapai antara IM dan Dewan Militer didapatkan, bahwa pemindahkan kekuasaan ke sipil akan berlangsung Juni mendatang tepat dilaksanakannya pemilihan umum.

Rakyat pun menolak kesepakatan tersebut. Mereka mendesak agar proses pemindahan kekuasaan dapat dilakukan sekarang juga.
(faj)
Continue Reading »

Kerusuhan Masih Belum Berhenti di Kairo

Sana Sini News - Kerusuhan yang terjadi antara militer Mesir dengan warga anti-pemerintah di Kairo dikabarkan masih terus berlangsung. Bentrokan masih merebak meskipun pihak Dewan Militer Mesir untuk mempercepat transfer kekuasaan.

Seperti dilansir the New York Post, Kamis (24/11/2011), selama lima hari terakhir, kerusuhan yang terjadi sudah menewaskan 38 orang. Korban luka pun dikabarkan mencapai 2.000 jiwa.

Setelah seorang pria dilaporkan tewas dalam kerusuhan di Kota Alexandria, para pengunjuk rasa anti-pemerintah terus melawan pihak keamanan dalam waktu semalaman. Polisi pun tampak masih berjaga-jaga di depan gedung pemerintahan.

Pihak militer sebenarnya sudah menjamin akan kembali ke barak dalam waktu enam bulan, setelah mantan Presiden Hosni Mubarak lengser dari kekuasaannya. Kondisi ini tentunya membuat frustrasi rakyat Mesir yang merasa tidak ada perubahan berarti meskipun Mubarak sudah turun.

Jenderal Hussein Tantawi yang memipin Dewan Militer Mesir mencapai kesepakatan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengenai perpindahan kekuasaan ke pihak sipil. Tetapi kesepakatan yang diraih ini tidak membuat rakyat Mesir senang.

Rakyat Mesir bahkan terus terlibat kerusuhan dan mereka pun menyatakan ketidakyakinannya dengan pihak IM. Bahkan bagi rakyat Mesir, kelompok IM mereka nilai saat ini lebih memilih untuk memihak kepada pihak militer.

Selama kerusuhan berlangsung, para pengunjuk rasa menuduh pihak keamanan Mesir menggunakan peluru organik dalam upayanya mengatasi aksi protes.

"Saya akan membalas kematian teman saya. Dia tewas akibat tembakan peluru organik pihak keamanan. Kami akan terus membela alun-alun Tahrir," ungkap Islam Mohammed yang sahabatnya tewas oleh polisi.

Amnesty International mengatakan, Dewan Militer Mesir gagal untuk melindungi segenap warganya. Amnesty juga mengatakan, cara yang digunakan Dewan Militer Mesir untuk meredam aksi demonstrasi sama dengan yang digunakan oleh mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
(faj)
Continue Reading »

Dua Prajurit Mesir Ditembak Mati Penyelundup

Sana Sini News - Dua prajurit Mesir dilaporkan tewas dalam sebuah baku tembak dengan penyelundup di dekat perbatasan dengan Israel. Insiden ini terjadi saat prajurit itu menangkap basah penyelundup yang hendak melintasi perbatasan.

"Saat terjadi baku tembak di wilayah Mesir dekat Perbatasan Israel, dua prajurit Mesir dilaporkan tewas. Mereka tewas akibat tembakan dari pihak penyelundup," ucap juru bicara militer Israel Avital Leibovitz seperti dikutip AFP, Kamis (24/11/2011).

Leibovitz menambahkan, sekira 400 meter sebelah selatan sebuah kelompok penyelundup lainnya berhasil masuk ke dalam wilayah Israel. Insiden ini terjadi 45 menit setelah baku tembak terjadi.

Israel pun menegaskan, pihaknya tidak melepaskan tembakan ke arah prajurit Mesir. "Dapat dipastikan tidak ada tembakan yang diarahkan ke Mesir," tutur Leibovitz.

Wilayah perbatasan Gurun Sinai yang memisahkan Mesir dan Israel membentang sekira 240 kilometer, dari Kota Eilat di selatan dan Kerem Shalim di sebelah utara.

Gurun Sinai ini dihuni oleh Suku Bedouin yang diyakini menjalankan praktik perdagangan senjata dan penyelundupan narkoba melewati perbatasan.
(faj)
Continue Reading »

Oposisi Inginkan Saleh Diadili

Sana Sini News - Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya setelah 33 tahun berkuasa. Dirinya pun mendapatkan imunitas dari segala tindakan hukum. Tetapi pihak oposisi menentang keras imunitas itu.

Beberapa saat setelah Saleh sepakat untuk menyerahkan kekuasaannya di Riyadh, Arab Saudi, Rabu kemarin waktu setempat, rakyat Yaman langsung turun ke jalan mengekspresikan kemarahan mereka.

"Kami ingin Saleh diadili bukan diberikan imunitas," ungkap seorang warga seperti dikutip Deutsche-Press Agenteur, Kamis (24/11/2011).

Berdasarkan perjanjian transfer kekuasaan tersebut, Saleh akan memberikan kekuasaan kepada Wakil Presiden Abdul Rabbo Mansour Hadi. Transfer kekuasaan ini akan berlangsung dalam waktu 30 hari ke depan yang kemudian diikuti dengan pemilihan presiden dalam waktu 90 hari.

Perjanjian ini juga menjamin Saleh, keluarga serta kroninya tidak akan akan diproses secara hukum untuk kasus apapun. Saleh adalah pemimpin Arab keempat yang turun dari kekuasaan selama Revolusi Arab berlangsung tahun ini.

Sebelumnya, mantan Presiden Tunisia Zine Abidin dan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak turun dari jabatannya setelah rakyat di dua negara itu turun ke jalan menuntut mereka lengser dari jabatannya.

Sementara pemimpin terakhir yang kehilangan kekuasaannya adalah Moammar Khadafi, yang secara tragis tewas di tangan rakyatnya sendiri.

Lengsernya Saleh disambut baik oleh pemimpin dunia. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyambut proses transfer kekuasaan di Yaman sebagai peristiwa penting bagi warga Yaman yang akan menentukan masa depannya.

Sementara Ketua Kebijakan Hubungan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton meminta Yaman untuk tetap berkomitmen menjalani perjanjian transfer kekuasaan tersebut.

Sejak Januari lalu protes menentang kekuasaan Saleh merebak di Yaman. Sikap keras Pemerintah Yaman terhadap pelaku protes telah mengakibatkan sekira 900 orang tewas. Dirinya sempat menjadi korban percobaan pembunuhan dan dirawat di Arab Saudi sebelum akhirnya ke Yaman.
(faj)
Continue Reading »

Minggu, 20 November 2011

Iran Teruskan Program Nuklirnya

Sana Sini News - Juru bicara Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan, segala bentuk tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Barat tidak akan sanggup menghentikan program nuklir Iran.

"Parlemen Iran mengumumkan, tindakan AS dan Barat tidak akan pernah mempengaruhi nuklir Iran," ujar Larijani, seperti dikutip Xinhua, Senin (21/11/2011).

Pidato Larijani juga merupakan tanggapan dari laporan Badan Atom Internasional (IAEA) terkait nuklir Iran. Iran juga sudah didesak untuk mengadakan dialog nuklirnya dengan IAEA.

Menurut pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, sangat penting bagi Iran dan IAEA untuk mengintensifkan dialog demi mencari solusi untuk kasus nuklir Iran. China juga sempat mendesak Iran agar bersikap lebih transparan dengan IAEA.

IAEA sebelumnya mengeluarkan laporan yang menuduh Iran mengembangkan bom atom lewat program nuklirnya. Laporan itu juga dikritisi oleh Rusia karena akan meredupkan diplomasi terhadap nuklir Iran.

Laporan itu juga dinilai dapat menciptakan provokasi yang cukup serius. Hingga saat ini, nuklir Iran masih menjadi topik pembahasan antara negara-negara Barat. Barat pun memilih untuk memberikan tekanan yang lebih berat lagi ke Iran agar negeri Persia itu menghentikan program nuklirnya.
Continue Reading »

Sabtu, 19 November 2011

Militer Iran Berlatih Hadapi Serangan Udara

Sana Sini News - Militer Iran memulai latihan militer empat hari di perbatasan Afghanistan untuk mewaspadai adanya serangan udara yang dilancarkan oleh negara mana pun di fasilitas nuklirnya.

Latihan militer itu melibatkan para pasukan Garda Revolusi Iran dan juga pasukan reguler negeri Persia itu. Latihan itu pun dimulai pada pagi ini. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (19/11/2011).

Iran sebelumnya juga sudah menantang balik Israel yang merencanakan serangan ke Iran. Bila Israel menyerang fasilitas nuklir Iran, negara itu siap membalasnya dengan serangan yang lebih mematikan.

Negeri Persia itu bahkan berencana akan melancarkan peperangan di jalanan Kota Tel Aviv dan mengusir pasukan Israel dari tanah Palestina.

Alasan serangan ke Iran karena Israel mencurigai Iran membangun senjata pemusnah massal. Meski demikian Amerika Serikat (AS) dan Barat tidak setuju serangan ke Iran. AS lebih memilih Iran diberikan sanksi tambahan.

Ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat terus berlangsung, AS bahkan mengatakan, Iran tengah mengalami isolasi besar-besaran oleh negara Barat.
Continue Reading »

AS: Iran Alami Isolasi Besar-Besaran

Sana Sini News - Juru bicara Gedung Putih mengatakan, Iran sudah terisolasi oleh negara-negara besar di dunia ini, termasuk Rusia dan China.

"Saya katakan pada Anda, saat ini Amerika Serikat (AS), China, dan juga Rusia tidak ingin melihat Iran mengembangkan senjata nuklir," ujar penasihat keamanan nasional AS, Tom Donilon, di pertemuan East Asia Summit seperti dikutip Reuters, Sabtu (19/11/2011).

"Ini merupakan isolasi yang sebelumnya tidak pernah dialami oleh Iran," tambahnya sambil menyinggung masalah laporan Badan Atom Internasional (IAEA).

Pada pekan lalu, Presiden AS Barack Obama beserta China dan Rusia mendiskusikan masalah ambisi Iran dalam program nuklirnya di pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Hawaii.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sebelumnya juga mengatakan, beberapa masalah menyebabkan Iran terisolasi. AS juga menuding dua warga Iran merencanakan upaya pembunuhan terhadap Duta Besar Arab Saudi.

Meski demikian, Iran tidak gentar menghadapi banyaknya tudingan dari AS. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahkan menantang balik AS dan mengatakan, AS akan selalu hadir dalam tudingan-tudingannya untuk memojokkan Iran.
Continue Reading »

Jumat, 18 November 2011

Tak Mudah Bagi AS untuk Menyerang Iran

Sana Sini News - Seorang ahli Timur Tengah dari China, Sun Lixin mengatakan, tidak mudah bagi Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran, meski AS berhasil mengalahkan Moammar Khadafi di Libya.

Setelah Badan Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan laporan tentang program nuklir Iran, AS tampak gencar dalam memberikan sanksi baru terhadap Iran. Israel bahkan mengkampanyekan serangan ke Iran.

"Tujuan utama AS adalah menghentikan Iran, namun AS takkan sanggup menumbangkan Pemerintah Iran. AS tentunya ingin menjatuhkan rezim Iran karena AS memiliki dendam. Revolusi Islam 1979 di Iran merupakan suatu peristiwa yang menjadikan AS dan Iran menjadi musuh. Saat itu, 52 dua diplomat AS di sandera selama 444 hari oleh demonstran Iran," demikian ujar Sun, seperti dikutip People Daily, Jumat (18/11/2011).

"Saya yakin, akan sulit bagi Barat untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Iran terutama pada saat ini. Pemilihan umum AS akan dimulai tak lama lagi pada 2012 mendatang. Bila AS menyerang Iran, proses pemilihan umum akan hancur akan ada permasalahan ekonomi yang mengganggu Presiden Barack Obama," tambahnya.

Menurut Sun, situasi di Timur Tengah cukup berubah pasca kejatuhan mantan Presiden Mesir Husni Mubarak. Mubarak merupakan seorang yang pro-AS, kejatuhan Mubarak disambut meriah oleh Iran, dan pada saat itu pula Iran merasa lebih bebas di Timur Tengah setelah Mubarak jatuh.

Belakangan ini, Iran juga tampak mengerahkan kapal perangnya di Terusan Suez, hal ini merupaka yang pertama kalinya dilakukan Iran sejak 32 tahun silam. Iran juga tampak berani menjalankan riset nuklir tingkat tinggi.

Iran juga tampak menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi AS dan Israel. Negeri Persia ini bahkan menantang balik rencana serangan tersebut
Continue Reading »

Foto Bugil, Aktivis Mesir Picu Kecaman

Sana Sini News - Seorang aktivis perempuan di Mesir membuat heboh dengan memasang foto bugilnya di dalam blog pribadi. Ulahnya ini memicu kecaman dari pihak konservatif dan liberal di Mesir.

Beberapa tokoh liberal mengkhawatirkan, foto bugil dari Aliaa Magda Elmahdy dapat merusak citra pihak liberalis di mata warga Mesir yang memang dikenal konservatif.

Khususnya pada 28 November mendatang pemilihan parlemen akan segera berlangsung, tentu kelompok berupaya keras memoles citra mereka.

Foto bugil memang amat dilarang di kalangan masyarakat Mesir, bahkan dalam hal seni sekalipun. Tetapi foto bugil Elmahdy ini hampir tidak terdengar di masyarakat Mesir yang sebagian besar warga perempuannya menggunakan pakaian tertutup.

Perempuan berusia 20 tahun tersebut memasang fotonya dalam keadaan bugil dan hanya menggunakan stoking. Menurutnya hal tersebut adalah bentuk protes terhadap masyarakat Mesir.

"Foto ini adalah bentuk teriakan terhadap masyarakat yang penuh kekerasan, rasisme, pelaku kekerasan seksual dan munafik," ucap Elmahdy dalam blog yang ditulisnya, seperti dikutip Associated Press, Jumat (18/11/2011).

Ulah Elmahdy ini tentunya mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Terlebih lagi foto itu beredar saat Mesir saat ini terpecah menjadi dua kelompok antara kelompok Islam dan Liberal. Sebelumnya pihak kelompok Islam Salafi, menuduh kelompok Liberal dapat menyebarkan kejatuhan moral bagi Mesir.

Keberanian Elmahdy ini juga dikecam oleh pihak Liberal tetapi mereka tidak bisa berbuat apapun. "Ini (foto) menyakiti seluruh lapisan masyarakat sekuler, karena mengklaim bertindak demi orang banyak," ucap tokoh sekuler Mesir Sayyed el-Qimni.

"Hal ini benar-benar bencana besar. Karena pada dasarnya saya seorang liberal dan meyakini kebebasan pribadi seseorang. Saya tidak bisa ikut campur," tukas el-Qimni.

Tetapi ada juga yang mendukung langkah Elmahdy. Seorang aktivis bernama Emad Nasr Zikri menghargai keberanian dari mahasiswi American University di Kairo ini. Zikri meminta warga Mesir untuk memisahkan foto seni dengan seks.
Continue Reading »

Turki Didesak Lancarkan Operasi Militer ke Suriah

Sana Sini News - Para oposisi Suriah mendesak Turki agar melakukan operasi militer untuk melindungi warga sipil di Suriah dari serangan-serangan yang dilancarkan oleh pasukan loyalis Presiden Bashar al Assad.

Pemerintah Turki sebelumnya sudah menyediakan tempat tinggal bagi warga dan pasukan Suriah yang membangkang di wilayah perbatasan, sementara itu para pembangkang di Suriah juga mulai mengorganisir gerakan untuk melakukan perlawanan.

Turki juga sudah mengatakan, akan mengambil tindakan bila ada dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Liga Arab.

"Sebagai negara tetangga, Turki harus lebih serius dalam menanggapi Suriah dibanding negara lain, bila Turki hendak melancarkan serangan udaranya ke Suriah, kami menerimanya. Namun kami tidak akan pernah menerima adanya campur tangan dari Barat," ujar Ketua Ikhwanul Muslimin Suriah yang ada di Istanbul, Mohammed Riad Shaqfa, seperti dikutip Telegraph, Jumat (18/11/2011).

Turki yang dahulu menjadi mitra Suriah kini tampil sebagai pengkritik Presiden Assad. Sebanyak 3.500 orang dikabarkan tewas di Suriah.

Liga Arab bahkan sudah menangguhkan keanggotaan Suriah dan memberi negara itu tiga hari untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap warga sipil.
Continue Reading »

Rusia: Ada Intervensi Asing di Suriah

Sana Sini News - Rusia mengatakan, ada beberapa negara lain yang berusaha untuk memperburuk situasi di Suriah. Hal ini merupakan cara agar intervensi Suriah dapat dijustifikasi.

"Beberapa orang yang tergabung dalam kelompok oposisi Suriah yang didukung oleh pihak luar mengumumkan, dialog hanya akan berlangsung ketika rezim Suriah pergi," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, seperti dikutip Press TV, Jumat (18/11/2011).

"Rusia tidak ingin melihat Suriah mejadi seperti Libya," tandasnya.

Lavrov juga mendesak para oposisi Suriah agar tidak memboikot rencana reformasi yang direncanakan oleh Presiden Bashar al Assad. Rusia juga sangat menolak adanya penambahan sanksi ke Suriah. Pada saat Rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Rusia juga memveto rancangan resolusi DK PBB terhadap Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia ini juga mengingatkan, bila oposisi tetap melakukan pemberontakan, mereka membawa Suriah ke perang saudara dalam skala besar.

Sejak dulu, Rusia tampil sebagai pihak yang tak mendukung Barat terhadap kasus Suriah. Rusia menginginkan cara yang damai untuk mengakhiri krisis Suriah. Rusia juga masih percaya dengan Presiden Assad yang hendak melakukan reformasi.

PBB melaporkan, kekerasan di Suriah sudah menelan korban jiwa 3.500 orang, Suriah pun mendapatkan banyak kecaman dari pihak internasional. Negara-negara yang sempat menjadi mitra Suriah bahkan sudah menarik Duta Besarnya yang ada di Suriah.
Continue Reading »

Ditekan Liga Arab, Suriah Masih Lakukan Kekerasan

Sana Sini News - Pasukan loyalis Pemerintah Suriah kembali melakukan penyergapan terhadap pihak oposisi pemerintah di Provinsi Hama. Penyergapan dilakukan disaat perlawanan terhadap Pemerintah Presiden Bashar Al-Assad makin marak terjadi.

Penyerangan yang terjadi di Provinsi Hama ini, berlangsung saat pihak pembelot militer Suriah menyerang sebuah pangkalan militer Suriah.

Tidak jelas apakah korban yang tewas dalam penyergapan ini. Selama krisis merebak di Suriah sejak delapan bulan lalu, pemerintah setempat memang melarang akses media asing yang memutus aliran berita ke luar.

Sementara Presiden Assad kini terus dalam tekanan Liga Arab yang mendesaknya untuk menghentikan aksi kekerasan. Suriah pun terisolasi oleh keputusan Liga Arab untuk membekukan keanggotaan mereka. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (17/11/2011).

Liga Arab bahkan memberi tenggat waktu selama tiga hari untuk menghentikan kekerasan di Suriah. Organisasi negara-negara Timur Tengah ini, mengancam untuk memberikan sanksi ekonomi bila Suriah terus melanjutkan kekerasan.

Pembahasan mengenai Suriah juga dilakukan oleh Rusia dan Uni Eropa di Moskow. Rusia sendiri dikenal sebagai beberapa kelompok kecil pendukung dari Pemerintahan Assad.

Pemerintahan Assad pun tidak bisa terhindar dari ancaman pihak oposisi. Hari ini, pihak oposisi mengumumkan pembentukan Dewan Militer yang bertujuan untuk mempercepat lengsernya rezim Presiden Assad.

Pembentukan Dewan Militer ini ditujukan agar mereka dapat melindungi warga sipil Suriah dari pasukan Pemerintah Suriah.

selain melindungi warga sipil dari kekerasan, pembentukan Dewan Militer juga dimaksudkan untuk melindungi properti publik dan swasta. Mereka juga bertekad untuk mencegah terjadinya kekacauan dan aksi balas dendam di saat jatuhnya rezim Assad.
Continue Reading »

Kamis, 17 November 2011

Oposisi Suriah Bentuk Dewan Militer

Sana Sini News - Pihak oposisi Pemerintah Suriah mengumumkan pembentukan Dewan Militer yang bertujuan untuk mempercepat lengsernya rezim Presiden Bashar Al-Assad.

Pembentukan Dewan Militer ini ditujukan agar mereka dapat melindungi warga sipil Suriah dari pasukan Pemerintah Suriah.

"Berdasarkan fase yang kami hadapi saat ini dan tuntutan akan revolusi Suriah, kami (Pasukan Pembebasan Surih) membentuk Dewan Militer yang sifatnya sementara," tulis pernyataan pasukan oposisi seperti dikutip Emirates247, Kamis (17/11/2011).

Tujuan dewan ini amat jelas, "Kami berniat untuk menurunkan rezim yang ada saat ini, selain itu juga melindungi warga sipil dari kekerasan (Pemerintah Assad),".

Selain itu, pembentukan pasukan oposisi ini juga dimaksudkan untuk melindungi properti publik dan swasta. Mereka juga bertekad untuk mencegah terjadinya kekacauan dan aksi balas dendam di saat jatuhnya rezim Assad.

Kolonel Riyadh al-Asaad yang membelot dari militer Suriah Juli lalu, akan memimpin dewan ini. Sementara tampuk kepemimpinan dewan tersebut terdiri dari empat kolonel dan tiga mayor.
Continue Reading »

Selasa, 15 November 2011

Suriah Boikot Pertemuan Liga Arab

Sana Sini News - Suriah menegaskan akan melakukan boikot atas pertemuan Liga Arab. Keputusan ini diambil setelah organisasi kewilayahan tersebut memutuskan untuk membekukan keanggotaan Suriah di Liga Arab.

Negara-negara anggota Liga Arab memang terus mengupayakan isolasi terhadap Presiden Suriah Bashar Al-Assad, atas tindakannya menolak mengakhiri kekerasan dalam upayanya menghentikan protes anti-pemerintah yang sudah berlangsung selama delapan bulan.

"Suriah memutuskan untuk tidak ikut serta dalam pertemuan Liga Arab di Rabat," jelas pihak Liga Arab seperti dikutip Reuters, Rabu (16/11/2011).

Sementara Menteri Luar Negeri Maroko mengatakan, bahwa delegasi Suriah tetap diperbolehkan untuk menghadiri pertemuan. Tetapi, pihaknya tidak menjelaskan apakah Menteri Luar Negeri Suriah diperbolehkan atau tidak.

Pertemuan para Menteri Luar Negara anggota Liga Arab sedianya akan dilangsungkan di Rabat, Maroko. Pertemuan ini dilakukan setelah empat hari sebelumnya Suriah menolak menghentikan aksi kekerasannya, dan menolak mengimplementasikan inisiatif Perdamaian Arab.

Sementara isolasi sudah dilakukan oleh Liga Arab terhadap Suriah, pasukan negara tersebut dikabarkan kembali melakukan serangan terhadap pihak penentang pemerintah. Serangan ini terjadi di wilayah Damaskus.

Penyerangan juga terjadi pada Selasa di Provinsi Idlib dan menewaskan enam warga sipil. Aksi serangan juga terjadi di Homs, tetapi tidak dijelaskan berapa jumlah korban dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Rangkaian aksi kekerasan di Suriah mengundang kecaman dari dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sekira 3.500 orang tewas dalam kekerasan di Suriah.

Sebagian besar dari korban tewas itu adalah warga sipil yang menentang Pemerintahan Presiden Assad.
Continue Reading »

Debat Suriah, Politisi Lebanon Berkelahi di TV

Sana Sini News - Dua politisi ternama Lebanon terekam berkelahi di televisi karena terlibat debat mengenai Suriah. Seorang politisi itu bahkan hendak melempar kursi ke arah politisi lainnya.

Kejadian ini terjadi saat siaran langsung depat masalah krisis Suriah berjalan. Saat itu, mantan anggota Parlemen Lebonan Mustafa Alloush terlibat perdebatan dengan pimpinan Partai Baath Lebanon Fayez Shukur.

Allaoush dikenal luas sebagai politisi yang amat menentang Suriah, sedangkan Shukur adalah pembela Suriah. Perdebatan keras pun tidak dapat dihindari antara kedua tokoh tersebut. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (15/11/2011).

Dari siaran langsung ini menjadi sebuah bukti jelas bahwa ada jurang yang dalam antara faksi di Lebanon sendiri, dengan hubungan mereka dengan Suriah. Memang, politik di Lebanon tidak dapat dipisahkan dari politik yang ada di Suriah.

Perdebatan mulut hampir berubah baku hantam saat Alloush menyebut Presiden Suriah Bashar Al-Assad sebagai sosok pembohong. Ucapan itu memicu Shukur naik pitam dan terjadi perdebatan panas.

Keadaan makin tegang saat kedua politisi ini saling melempari wajah dengan air. Shukur yang tidak bisa menahan emosi langsung mengambil kursi dan mencoba melemparkannya ke arah Alloush.

Pada akhirnya, keadaan dapat dikendalikan saat kru televisi turun tangan untuk menenangkan keduanya.

Sumber : okezone
Continue Reading »

Senin, 14 November 2011

Iran Ancam Tarik Diri dari Keikutsertaan IAEA

Sana Sini News - Iran berencana untuk mengkaji ulang kerja sama mereka dengan Badan Atom Internasional (IAEA). Keputusan ini diambil setelah IAEA mengeluarkan laporan adanya senjata nuklir di Iran.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan, "sudah menjadi suatu keharusan untuk mengkaji ulang kerja sama dengan badan itu (IAEA)".

"Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, saat ini memulai pengkajian atas isu kerja sama dengan IAEA dan beberapa badan (PBB) lainnya," ucap Larijani seperti dikutip Xinhua, Senin (14/11/2011).

Larijani menambahkan, setelah IAEA mengeluarkan laporan kepemilikan senjata nuklir Iran, pihak parlemen memutuskan bahwa kerja sama atau tidak, keputusan IAEA tidak memiliki dampak besar terhadap Negeri Paramullah itu.

Parlemen Iran dikabarkan akan membahas penarikan diri Iran dari perjanjian Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT), khususnya setelah IAEA dianggap mengeluarkan laporan yang dianggap bias.

Laporan IAEA ini memang berdampak banyak mengenai masa depan teknologi nuklir Iran. Bahkan laporan tersebut memicu rencana serangan yang akan dilakukan Israel.

Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang pada awalnya dikabarkan akan mendukung serangan tersebut, dan lebih memilih menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Presiden Barack Obama menilai sanksi baru ini akan lebih keras daripada sanksi sebelumnya.
Continue Reading »