Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers
Tampilkan postingan dengan label Jagad Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagad Unik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Lukisan Terbuat Dari Obat Nyamuk Bakar dan Bara Rokok

Sana Sini News - Untung Yuli Prasetiawan namanya, dia adalah seorang pelukis kreatif asal Magelang, Jawa Tengah. Mungkin anda sebagian sudah mengenal namanya. Karna hasil karyanya yang unik, menggunakan Obat Nyamuk Bakar serta Bara Rokok, ia biasa dipanggil Wawan Geni.

Juru sungging muda yang satu ini memang aneh sekaligus menakjubkan. Ide kreatif yang ia geluti sejak tahun 2003 berasal dari keisengannya membakar kertas dan muncul menjadi tehnik lukis dengan cara dibakar. Piranti dan sarana dalam melukis tidak seperti pelukis pada umumnya yaitu cukup dengan menggunakan bara api. Media lukisannya pun dai kertas malaga, jenis kertas yang agak tebal yang biasanya digunakan untuk pembungkus roti. Sedangkan bara api bisa dari rokok, obat nyamuk bakar, dupa, lidi dan pernah menggunakan upet. Tetapi hanya bara rokok dan obat nyamuk bakar saja yang dinilai paling efektif untuk melukis, karena nyala bara apinya stabil.

Untuk menyelesaikan sebuah lukisan Wawan membutuhkan waktu lama, rata-rata tiga bulan untuk setiap karyanya. Paling cepat sebulan, itu kalau ukuran kertas lukisannya kecil. Tapi kalau ukurannya besar bisa selesai sampai setengah tahun. Sebuah lukisan bisa menghabiskan rokok 17 bungkus dan 19 bungkus obat nyamuk bakar. Dan dalam meniup bara api rokok dan obat nyamuk, sebuah lukisan bisa ribuan kali tiupan. Cara meniup dan menyundutkan bara api di kertas ini juga memerlukan teknik khusus supaya asap obat nyamuk atau asap rokok tidak banyak yang terhirup pernapasan. Dia hanya memperhatikan arah datangnya angin, kalau angin datang dari arah kanan dia meniup dari arah kanan, demikian sebaliknya. Lukisan yang sudah selesai, kertas lukisan disemprot cat warna bening (clear), agar kertas lebih awet tidak berjamur.

Keunikan cara melukis dengan teknik bakar ini telah diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). "Mungkin melukis dengan teknik bakar ini yang pertama di dunia," kata pimpinan Muri, Jaya Suprana. Dan tak tanggung-tanggung lukisan yang ia pun sudah terjual ke mancanegara seperti Singapura. Banyak juga wisatawan asing yang datang ke Indonesia untuk melihat lukisannya. Salah satu Wisatawan dari Jepang mengatakan bahwa ia belum pernah menemui teknik melukis seperti ini.

Beberapa lukisan yang telah diciptakan Wawan Geni






Continue Reading »

Kamis, 24 November 2011

Pengemis Sumbangkan RP57 Juta Kepada Orang Lain

Sana Sini News - Biasanya seorang pengemis akan menyimpan duitnya untuk dirinya sendiri, tapi tidak dengan Wang Zhiyou. Dirinya mengemis untuk disumbangkan untuk orang yang lebih membutuhkan.

Pria berusia 41 yang berasal dari desa Yongping di propinsi Heilongjiang, China, ini telah mengemis selama 15 tahun dan dijuluki sebagai "Pengemis Dermawan dari Timur Laut".

Dia tiba di kota Changsha, ibukota Provinsi Hunan, pada 6 September 2011 lalu. Biasanya dia tinggal di satu tempat selama satu bulan hingga akhirnya pindah tempat lainnya.

"Setelah satu bulan mengemis, saya langsung menyumbangkan uang tersebut kepada orang yang membutuhkan. Saya berharap dapat menemukan orang-orang tersebut melalui media," ujarnya seperti dilansir China Daily, Kamis (24/11/2011).

Wang mengatakan bahwa dia berbuat demikian karena kisah hidupnya. Pada usia 18 tahun dia baru menyadari bahwa dia adalah anak adopsi. Orangtua kandungnya tidak sanggup membiayai kedua orang anaknya, sehingga dia diserahkan kepada orang lain.

"Saya sudah menyumbangkan dana sebesar 40 ribu yuan (sekira Rp57 juta), selama kurun waktu 15 tahun. Ketika saya menyumbangkan uang tersebut, saya meminta bukti dari orang tersebut," pungkasnya.(rhs)
Continue Reading »

Gadis Ini 100 Kali Suntik Bibir Agar Terlihat Sexy

Sana Sini News - Seorang wanita pastinya selalu ingin tampil cantik dan menarik, begitu pula dengan Kristina Rei. Dirinya rela disuntik 100 kali untuk membesarkan bibirnya.

Kini gadis berusia 22 tahun tersebut memegang rekor sebagai Manusia dengan bibir terbesar di dunia.

Gadis asal St Petersburg, Russia,ini sebenarnya sudah cantik, namun sayangnya dia merasa bibirnya yang tipis membuatnya menjadi jelek, diapun memutuskan untuk menyuntik bibirnya agar terlihat lebih seksi.

Setiap injeksi yang dilakukan dikenakan biaya sebesar 40 poundsterling atau sekira Rp567 ribu. Agar dia bisa menjadi seperti idolanya, Jessica Rabbit, seorang tokoh kartun wanita.

"Saya rasa, saya terlihat fantastis dan ini membuat saya bahagia. Terkadang orang-orang berteriak mengatakan saya bibir besar, tapi saya tidak perduli. Saya hanya ingin seperti tokoh karakter kartun," ujar Kristina seperti dilansir Daily Mail, Kamis (24/11/2011).

"Kakak saya Ira memiliki bibir yang indah, dan saya juga suka dengan bibir besar Jessica Rabbit. Dia adalah contoh gadis sempurna," lanjutnya.

Kristina yang memulai menyuntik bibirnya sejak umur 17 tahun mengatakan bahwa pada awalnya dia mengalami kesakitan yang dahsyat. Namun seiring waktu dia mulai menikmati suntikan tersebut hingga kini dia sudah 100 kali disuntik bibir.(rhs)
Continue Reading »

Tikus Kolombia Dilatih Lacak Ranjau Darat

Sana Sini News - Di sebuah laboratorium milik kepolisian, 11 ekor tikus putih menunggu gilirannya untuk membuat kagum pelatihnya dan mungkin mendapatkan hadiah.

Hewan pengerat itu kini memiliki peran penting untuk membuat wilayah konflik Kolombia menjadi aman. Tikus-tikus tersebut kini tengah dilatih untuk mencari ranjau darat yang telah membunuh dan melukai ratusan warga tiap tahunnya.

Proyek pemerintah yang dimulai tahun 2006 ini telah melatih tikus untuk mendeteksi logam yang digunakan untuk ribuan ranjau darat yang pernah digunakan pada saat konflik dengan saya kiri.

Ilmuwan Kolombia memutuskan untuk menggunakan tikus, seperti halnya anjing yang secara tradisional mampu mendeteksi adanya ranjau darat, tikus-tikus tersebut telah meningkat kemampuan menciumnya. Alasan lain adalah karena tubuh tikus yang ringan, sehingga tidak akan meledakkan ranjau-ranjau tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (24/11/2011), tikus-tikus itu sebelumnya dilatih untuk menuruti perintah suara dan mengenal bau yang spesifik dari logam yang digunakan untuk ranjau.

Ranjau darat tersebut memberikan permasalahan baru bagi keamanan nasional, sekira 63 persen dari korban ranjau darat tersebut berasal dari militer dan anggota kepolisian.

Pemerintah Kolombia sendiri menyatakan bahwa mereka telah membersihkan lahan seluas 10 hektar pada tahun 2010, tapi hanya menemukan 194 alat peledak.(rhs)
Continue Reading »

Cari Jodoh dalam Waktu 90 Hari

Sana Sini News - Bagi sebagian wanita di China, mencari pasangan hidup merupakan hal yang mustahil, tapi Liang Yali meyakinkan bahwa hal tersebut adalah salah.

Wanita berusia 41 tahun ini mengatakan bahwa dia mampu membantu seorang wanita jomblo untuk mendapatkan pasangan dalam waktu 90 hari.

"Kami bukanlah 'mak comblang', kami adalah pelopor. Kami membuat pendidikan, menawarkan pertolongan bagi para wanita untuk memahami diri mereka lebih baik, dan membangun kepercayaan diri mereka, agar mereka sering keluar rumah," ujarnya seperti dilansir China Daily, Rabu (23/11/2011).

"Hal yang baik, seperti pernikahan akan datang, pada saat mereka mulai sering keluar rumah," lanjut wanita pendiri Yali Marriage Quotient ini.

Paket premium yang ditawarkan perusahaan ini adalah kursus kelas selama dua hari dan pembinaan diri sebesar 11,800 yuan atau sekira Rp16,8 juta. Namun perusahaan ini juga memberikan harga murah sebesar 4,800 yuan atau sekira Rp6,8 juta untuk paket dua jam hingga tiga hari.

Liang pun menawarkan garansi uang kembali 100 persen jika klien tidak bahagia dengan hasilnya.

Dia mengatakan bahwa kebanyakan lulusannya menikah dengan ekspatriat yang berasal dari Amerika, Prancis, dan Jerman.(rhs)
Continue Reading »

Sebut Nama Obama, Presenter Rusia Acungkan Jari Tengah

Sana Sini News - Seorang presenter televisi lokal Rusia mengacungkan jari tengahnya saat dirinya menyebut nama Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Tatyana Limanova seorang presenter senior dari REN TV yang sudah mendapatkan penghargaan di dunia jurnalistik, membacakan berita tentang pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

Tatyana menunduk ketika memberitakan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, namun ketika menyebut nama Obama, Tatyana langsung mengacungkan jari tengahnya. Tatyana menolak untuk berkomentar terkait insiden ini. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (23/11/2011).

Wanita itu tidak akan menerima hukuman akibat perbuatannya. Tatyana mungkin sedang melakukan analisanya terhadap dua negara besar, Rusia dan AS pada saat membaca berita.

REN TV sendiri merupakan salah satu stasiun televisi yang ditransmisikan ke 120 juta warga Rusia. Stasiun televisi ini juga dikenal cukup liberal di Rusia, yang sering mengawasi setiap media massa.

Hingga saat ini, hubungan Rusia dan AS pun tampak diwarnai ketegangan seiring dengan adanya beberapa masalah.(rhs)
Continue Reading »

Iklan Penyalur Tenaga Kerja ini Kreatif

Sana Sini News - Pernahkah terbayang di dalam benak Anda bagaimana cara kerja suatu mesin yang setiap hari Anda gunakan?

Seperti dilansir The Sun, Rabu (23/11/2011), sebuah agensi iklan di Jerman membuat iklan yang menggambarkan kerja mesin jika di dalamnya ada orang.

Iklan tersebut menayangkan mesin pemindai bandara, ATM, mesin cuci, mainan anak dan juga pompa bensin, dengan orang yang bekerja di dalamnya.

Di dalam mesin pemindai di bandara, seorang pria memeriksa bagasi yang masuk dengan menggunakan senter. Sementara pada mainan anak, seorang anak kecil tampak tengah menaiki sebuah mobil-mobilan, sementara di bawahnya ada seorang pria yang sedang mengkayuh pedal, layaknya sepeda.

Menarik lagi di dalam mesin cuci, seorang wanita tampak bersusah payah sedang mencuci dengan menggunakan papan, sementara ada seorang pria yang memasukkan baju ke mesin tersebut.

Iklan yang diperuntukkan perusahaan perekrutan di Jerman ini sebenarnya ditayangkan pada tahun 2009, tapi kini iklan tersebut semakin populer.

Slogan iklan tersebut sangat sederhana, 'Hidup ini terlalu singkat untuk berada di pekerjaan yang salah'.(rhs)
Continue Reading »

Anjing Traktir Majikannya Sebotol Vodka

Sana Sini News - Sebuah video yang menunjukkan seekor anjing mentraktir majikannya dengan sebotol vodka. Sontak videonya mengundang perhatian banyak pihak.

Anjing itu tampak memanjat sebuah bagasi yang terbuka dan kemudian menggeledah bagasi tersebut.

Seperti dilansir The Sun, Rabu (23/11/2011),selang beberapa lama anjing itu pun kembali kepada majikannya dengan membawa sebotol minuman.

Pria dengan menggunakan pakaian bergaya tentara itu pun kembali mentraktir anjingnya. Sontak teman-temannya yang berada di situ tertawa.

Video yang dibuat dari Ukraina tersebut kini menjadi perbincangan sejak di unggah di situs YouTube.(rhs)
Continue Reading »

Selasa, 22 November 2011

Motor Kaca

Sana Sini News - This Invisible Motorcycle was designed by Joey Ruite. Equipped with full mirrored body that typically blends with in the environment I don’t think any rider would be comfortable to ride on this.









Continue Reading »

Minggu, 20 November 2011

Warga Inggris Terpaksa Jadi Pengemis di China

Sana Sini News - Seorang pria asal Inggris tampak menjadi perhatian warga setempat di Kota Guangzhou, China, karena pria itu mengemis di depan stasiun.

Pria ini bernama Andrew Steven, dirinya menjadi atensi bagi media China karena pengemis jarang terlihat di jalanan di China. Saat mengemis Andrew juga tampak membawa kertas catatan. Setiap enam jam, Andrew dikabarkan menerima GBP13 atau sekira Rp185 ribu.

"Saya tidak mengemis, saya hanya membutuhkan bantuan. Saya sedang menuju Hong Kong beberapa hari yang lalu dan saya dirampok. Saya kehilangan ponsel saya, laptop, dompet, dan pakaian. Untungnya, paspor saya tidak hilang," ujar Andrew, seperti dikutip Telegraph, Senin (21/11/2011).

"Saya tidak punya uang untuk pergi ke sana (Hong Kong) hari ini. Saya sudah meminta-minta untuk mencari uang sejak sore," tambahnya.

Menurut Suratkabar Times, Andrew sudah tinggal di China selama dua tahun dan menjalankan studinya di Universitas Hunan.

Namun, kepolisian di kota tempat Andrew dirampok membantunnya untuk ke Guangzhou, di mana terdapat Konsulat Inggris. Meski demikian, juru bicara dari Konsulat Inggris menolak untuk berkomentar terhadap kasus Andrew.
Continue Reading »

Jumat, 18 November 2011

Pintu Toilet Macet, Pesawat Diduga Diserang

Sana Sini News - Ketakutan rakyat Amerika Serikat (AS) atas peristiwa serangan 11 September 2001 masih terasa. Hal ini terbukti dari insiden seorang pilot yang terjebak di toilet pesawat dan memicu laporan teror di pesawat itu.

Saat kapten pesawat Delta dengan nomor penerbangan 6132 itu terjebak dalam toilet pesawat, sontak seorang penumpang berusaha membantunya. Tetapi upaya penumpang tersebut disalahartikan oleh ko-pilot pesawat. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (18/11/2011).

Sadar si pilot terjebak, seorang penumpang menghampiri pintu kabin pilot. Tetapi ko-pilot justru curiga dengan penumpang yang dinilai memiliki aksen bahasa Inggris yang aneh.

Merasa terancam aksi teror, ko-pilot itu pun menyalakan peringatan bahaya yang dihubungkan langsung kepada pengatur lalu lintas di bandara. Ternyata apa yang dilakukan ko-pilot salah, dan sempat membuat panik petugas bandara La Guardia di New York.

Petugas bandara mengira serangan teroris berlangsung di pesawat yang lepas landas dari Asheville, North Carolina tersebut. Keadaan baru bisa dikendalikan saat pilot keluar dari toilet dan menjelaskan kondisi sebenarnya.

Pilot pun menjelaskan bahwa dirinya terpaksa pergi ke toilet, sekira 30 menit pesawat Delta itu akan mendarat di Bandara La Guardia. Dirinya pun mengatur pesawat dalam kondisi terbang sesuai jalur.
Continue Reading »

Mantan Jutawan Hidup Bahagia Tanpa Uang

Sana Sini News - Seorang jutawan asal Austria mendonasikan seluruh uangnya dua tahun yang lalu karena uangnya tidak membuatnya bahagia. Namun saat ini, sang jutawan tampaknya hidup lebih bahagia tanpa kekayaannya.

Karl Rabeder menjual perusahaannya, rumah dan mobil mewahnya, pesawat pribadinya, dan mendonasikan seluruh uangnya ke sebuah yayasan. Yayasan tersebut akan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat di negara-negara miskin yang ada di belahan dunia ini.

Saat ini, Karl hidup hanya dengan penghasilan sebesar GBP1.000 atau Rp14 juta.

"Saat ini saya bahagia. Cinta, sinar matahari, dan udara segar, itulah yang saat ini membuat saya bahagia," ujar Karl, seperti dikutip Orange, Jumat (18/11/2011).

Pria berusia 49 tahun ini pun menyatakan terima kasihnya terhadap yayasan yang diberikan sumbangan olehnya karena yayasan itu sudah memberikan kebahagian bagi Karl.

"Memiliki sedikit uang merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Ketika saya melihat foto saya dahulu, saya tampak sedih," tambahnya.
Continue Reading »

Kesal Ibunya Isap Ganja, Bocah Lapor ke Polisi

Sana Sini News - Bocah berusia 11 tahun melaporkan Ibunya sendiri ke pihak polisi karena tidak tahan dengan kebiasaan Ibunya yang doyan menghisap ganja. Polisi pun menggerebek rumah bocah itu, dan menemukan ganja yang sepertinya siap diedarkan.

Ulah bocah ini tentunya menjadi bantuan besar bagi polisi. Pihak Kepolisian Dakota, Minnesota, mengatakan bocah itu mengaku tidak tahan dengan bau ganja di rumahnya.

Tak tahan dengan ulah ibunya, bocah berusia 11 tahun itu pun mengambil foto Ibunya yang sedang menghisap ganja. Foto itu kemudian dikirim kepada polisi dan tidak lama kemudian petugas datang ke rumahnya untuk melakukan penangkapan.

Polisi melakungan penangkapan atas Heidi Christine Siebenaler, yang selama ini bekerja sebagai pengawas napi yang menerima pembebasan bersyarat. Polisi pun menemukan ganja seberat 3,62 kilogram di dalam rumah perempuan berusia 40 tahun tersebut.

Selain Heidi, polisi pun melakukan penangkapan terhadap suaminya Mark Siebenaler dan mendakwanya dengan tuduhan hendak menjual ganja tersebut. Tetapi Mark membela diri bahwa ganja itu dimilikinya untuk kepentingan medis karena dirinya mengalami cedera otak sekira 20 tahun lalu.

Mark sendiri mengaku, bahwa Heidi tidak mengetahui keberadaan ganja itu dan selalu menjauhkannya dari anak-anak. Bahkan Heidi membantah tuduhan dari putranya sendiri.

"Putra saya tidak tahan bau dari ganja dan terpaksa keluar rumah untuk menghirup udara segar. Hal itu tidak benar, saya tidak pernah menghisapnya. Ganja membuat saya sakit," ucap Heidi seperti dikutip The Star Tribune, Jumat (18/11/2011).

Tetapi bocah tersebut mengaku kepada polisi bahwa rumahnya selalu dipenuhi asap ganja.
Continue Reading »

Beli Salad di Somerset Gratis Burung Mati

Sana Sini News - Seorang pria di Somerset, Inggris menemukan adanya burung mati di dalam salad yang dibeli keluarganya dari supermarket. Salad itu rencananya akan menjadi sajian pencuci mulut setelah makan malam.

Paul Streeter mengatakan, pacarnya langsung terkejut dan kaget setelah menemukan burung mati di saladnya. Salad itu dibeli di Supermarket Tesco's Burnham.

"Saya hampir tak mempercayai ini, ini sangat menjijikkan, pacar saya hampir memakannya," ujar Paul, seperti dikutip BBC, Jumat (18/11/2011).

Paul dan keluarganya membeli salad itu untuk dijadikan pizza yang nantinya akan menjadi santapan bagi pacarnya dan anak-anaknya. Paul menempatkan salad itu di mangkuk dan pacaranya pun melihat adanya burung mati di salad itu.

Burung mati itu sudah membusuk dan berbentuk tulang-belulang. Saat ini pihak supermarket sedang mengadakan sebuah penyelidikan terhadap kasus ini.

"Kami akan mengurus masalah ini dengan serius dan kami pun merasa sangat kecewa dengan adanya insiden ini. Kamis sudah mengkontak pelanggan kami dan meminta maaf," ujar juru bicara Tesco.
Continue Reading »

Rindu, Kim Ubah Sang Ayah Jadi Tasbih

Sana Sini News - Kim Il Nam selalu merasakan kesedihan yang luar biasa ketika ayahnya meninggal dunia 27 tahun yang lalu. Dirinya pun menggali kuburan ayahnya dan menjadikan tulang belulang ayahnya menjadi tasbih.

Pria ini menggali kuburan ayahnya dan mengkremasi tulang belulang ayahnya. Setelah tulang-tulang itu menjadi abu, Kim pun merubahnya menjadi tasbih yang tampak seperti mutiara.

"Bila saya melihat tasbih ini, saya mengingat ayah saya. Saya selalu mengingat masa-masa bahagia bersamanya," ujar pria berusia 69 tahun yang berambut kelabu, seperti dikutip Associated Press, Kamis (17/11/2011).

"Saat saya masih kecil, saya sering tertidur dalam pelukannya," ujarnya sambil menangis dan menatap tasbih berwarna biru kehijauan tersebut.

Beberapa dekade yang lalu, enam dari 10 orang warga Korsel yang meninggal dunia dikubur, sesuai dengan tradisi Kong Hu Chu. Namun, ada desakan dari Barat yang mendorong para warga Korsel agar melakukan kremasi (pembakaran jenazah) untuk menghemat lahan kuburan.

Sekira 500 orang bahkan dikabarkan sudah merubah abu yang berasal dari jenazah kerabatnya menjadi tasbih Budha di Icheon. Pembuatan tasbih dari abu mayat ini pun semakin mengalami kemajuan.

"Tasbih yang kami buat bersih, tasbih itu tidak akan jamuran dan bau," ujar CEO dari perusahaan pembuat tasbih, Bae Jae Jul.

Bae menggunakan temperatur tinggi untuk mengkristalkan abu mayat dan sekira 90 menit, abu mayat itu akan berubah menjadi tasbih. Warna tasbih itu umumnya biru kehijauan atau merah muda. Terkadang menjadi ungu atau bahkan hitam.

Bisnis pembuatan tasbih dari abu mayat ini sempat diluncurkan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, namun bisnis ini tidak sukses karena warga setempat lebih memilih untuk menguburkan jasad orang yang sudah wafat.

Kim pun berniat untuk menjadikan abu dari jenazah ibunya menjadi tasbih pada 2012 mendatang.

"Saya juga memiliki seorang putri dan saya ingin dirinya menjadikan saya tasbih ketika saya sudah wafat," ujar Kim.
Continue Reading »

Produksi Rokok Ganja ( Medi-Cone )

Sana Sini News - Medi-Cone, sebuah pabrik ganja dan taman di Marin County. Medi-Cone memproduksi rokok ganja untuk memenuhi tuntutan pasar California atas 'pot medis.





























Continue Reading »

Kamis, 17 November 2011

17 Tahun Pacaran, Kakek-Nenek Ini Menikah Juga

Sana Sini News - Usia tidak menghalangi pasangan Paul Walker (88) dan Ann Thayer (87) untuk melangsungkan pernikahan mereka.

Setelah menjalin hubungan selama 17 tahun, Walker dan Thaver akhirnya memutuskan untuk meresmikan status mereka ke jenjang pernikahan.

Pernikahan ini merupakan yang ketiga bagi Walker, sementara ini adalah pernikahan kedua bagi Thayer.

Seperti dilansir The Sun, Kamis (16/11/2011), keduanya pun melangsungkan pernikahan secara sederhana di sebuah loby yang baru saja direnovasi.

Di hadapan keluarga dan sahabatnya keduanya melangsungkan pernikahan Selasa sore kemarin, dengan diiringi alunan melodi yang merdu, keduanya berjanji untuk sehidup semati.
Continue Reading »

Selasa, 15 November 2011

Anak-anak Bikin Mantel Terbesar di Dunia

Sana Sini News - Sebuah mantel yang terbuat dari delapan ribu rajutan berhasil memecahkan rekor sebagai mantel terbesar di dunia dan tercatat dalam buku Guinnes World Records.

Mantel yang dibuat oleh anak-anak dan jemaat gereja St George's di Stockport, Greater Manchester, Inggris, ukurannya mencapai tinggi 13 m dan lebar 5,5m serta berat yang mencapai 165 kg.

Mantel itu rencananya akan dikirimkan ke Afrika untuk nantinya dijadikan selimut. Kini pihak gereja tengah menunggu pengesahan pihak Guinness untuk memberikan sertifikat pemecahan rekor.

Pekerjaan membuat mantel tersebut dimulai sejak musim gugur lalu sebagai bagian dari proyek komunitas menyulam.

Seperti dilansir BBC, Rabu (15/11/2011), dibutuhkan sebanyak 10 orang untuk untuk menarik mantel tersebut agar bisa dipamerkan di gereja.

Rekor sebelumnya dipegang oleh Ukraina yang memiliki rekor panjang 9,9 m lebar 5,4 m yang diciptakan oleh Michael Voronin pada tanggal 8 September 2002.
Continue Reading »

Riot With Love

Sana Sini News - Colombian students in Bogota made an extremely passionate way to express their protests of proposed higher education privatization. Instead of using extreme brute force, they do the other way around.





























Continue Reading »