Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Senin, 05 Desember 2011

Nadal: No Davis Cup Tahun Depan

Sana Sini News - Petenis nomor dua dunia, Rafael Nadal memang punya andil besar untuk Spanyol, merebut piala Davis kelimanya, usai membekuk petenis Argentina, Juan Martin Del Potro. Tapi Nadal tidak akan ikut lagi dalam tim Spanyol di Piala Davis Tahun depan.

Alasannya, jadwal yang ketat dan padat, membuat Nadal harus memberi prioritas, agar energinya tak terkuras habis. Tahun depan ada sejumlah even penting yang ingin dimenanginya, belum lagi adanya Olimpiade London 2012.

“Tahun depan, saya tidak akan main di Piala Davis. Tahun depan adalah tahun yang kompleks. Tahun depan juga ada Olimpiade. Saya salah satu petenis yang jumlah bermainnya paling banyak tahun ini. Saya tidak ingin memforsir diri,” tutur Nadal, seperti dikutip Tennis-X, Senin (5/12/2011).

“Saya tidak ingin memiliki jadwal yang kacau. Saya ingin jadwal saya teratur. Saya tidak akan bermain di even yang seharusnya saya tidak saya ikuti. Jadi tahun depan, dengan adanya Olimpiade, partisipasi saya di Piala Davis tidak akan memungkinkan,” tambahnya.

Kendati demikian, Nadal tidak akan khawatir meninggalkan tim Spanyol tahun depan, karena dia tahu, negaranya sudah banyak mencetak petenis-petenis hebat, yang juga bisa mengharumkan nama Spanyol.

“Saya bersyukur Spanyol punya pemain-pemain hebat. Para petenis hebat lainnya akan menggantikan saya di level tinggi tenis dunia,” tutup Nadal.
(raw)
Continue Reading »

Kvitova Pastikan Turun di WTA Sydney

Sana Sini News - Petenis wanita nomor dua dunia, Petra Kvitova telah memberi konfirmasi, bahwa dirinya bakal turun di WTA Sydney, 8-14 Januari mendatang. Kvitova tampil sebagai bintang tenis terakhir yang terdaftar, sebelum dimulainya even tersebut.

Kvitova ingin mengulang suksesnya di Australia Open dan Brisbane Interational, beberapa waktu lalu dan yakin, di Sydney kali ini, petenis cantik berusia 21 tahun itu, akan membuka musim depan dengan gelar.

“Saya punya memori capaian bagus di Australia, setelah menang di Hobart dan Brisbane, jadi semoga di tahun 2012 nanti, giliran saya untuk memenangkan gelar di Sydney,” harap Kvitova kepada Nine MSN, Senin (5/12/2011).

“Saya akui, even di Sydney ini akan sulit. Sejumlah petenis hebat main di even itu tiap tahunnya. Tapi, even ini juga menjadi kesempatan bagus untuk menguji kemampuan saya, sebelum Australia Terbuka,” tambah dara kelahiran Bilovec itu.

Bisa dibilang, WTA Sydney kali ini cukup bertabur bintang. Kans di ajang ini, tak hanya sebagai persiapan Kvitova saja, karena bintang tenis lainnya, seperti Li Na, Caroline Wozniacki dan Ana Ivanovic, juga berpikiran hal yang sama.

“Saya benar-benar melihat even ini, sebagai persiapan sempurna, untuk titel grand slam tahun depan,” tutup petenis jelita yang mengidolakan Martina Navratilova tersebut.
(raw)
Continue Reading »

Dokter Curi Titel WBA Margarito

Sana Sini News - Kehilangan gelar kelas Welter WBA, membuat Antonio Margarito melontarkan kecaman pada dokter pertandingan, ketika dia menghadapi Miguel Cotto, kemarin. Menurutnya, dokter telah mencuri kemenangannya.

Sejatinya, pertarungan berjalan seimbang, pada awalnya. Tapi memasuki pertengahan pertandingan, aksi adu jotos mulai terjadi dan kian seru. Akan tetapi, jab-jab Cotto yang mengarah ke mata Margarito yang baru dioperasi, membuat dokter pertandingan menghentikan pertandingan dan memeriksa mata Margarito.

Mata kanan Margarito, belum lama dioperasi, usai ‘dipermak’ Manny Pacquiao, ketika saling berhadapan, 13 November 2010 lalu. Lensa mata kanan Margarito pun, harus diganti dengan lensa palsu.

Butuh waktu lama, Margarito mendapatkan izin bertanding lagi. Tapi, ketika naik ring untuk pertama kalinya setelah operasi, Margarito malah harus kehilangan gelarnya. Dokter yang memeriksa matanya, meminta pertandingan diakhiri. Alhasil, Cotto pulang dengan kemenangan TKO dan sabuk milik Margarito.

Padahal, petinju berjuluk El Tornado de Tijuana itu, masih merasa sanggup untuk bertarung. Dia juga sedang unggul atas Cotto, dan merasa matanya tak terlalu mempengaruhinya. Tapi, dokter tetap meminta tim juri menghentikan pertandingan.

“Lebam di mata saya memang kian memburuk. Dokter menanyakan sampai tiga kali, berapa jari yang ditunjukkannya. Saya pun menjawabnya dengan benar ketiganya,” ungkap Margarito, sebagaimana dilansir Boxing Scene, Senin (5/12/2011).

“Saya meminta dokter, untuk maju satu ronde lagi, tapi dia tak mengizinkannya. Saya rasa, dengan satu atau dua ronde lagi, saya mampu mengkanvaskan Cotto, karena saya sedang unggul dan mampu melontarkan banyak pukulan ke wajahnya,” sesalnya.

“Yang saya minta saat itu hanyalah satu ronde lagi. Saya menjanjikan, jika saja saya diberi satu ronde lagi, saya akan mengantarkannya pulang dengan tangan kosong,” pungkas petinju Mexico kelahiran Amerika Serikat itu.
(raw)
Continue Reading »

Jelang Naik Ring, Klitschko Kena Batu Ginjal

Sana Sini News - Pertarungan antara Wladimir Klitschko kontra Jean-Marc Mormeck, akan berlangsung sepekan lagi. Tapi, kondisi jawara kelas berat versi WBA, IBF dan WBO itu, tengah mencemaskan bahkan Wladimir sampai terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Awalnya, adik Vitali Klitschko itu mengeluh kesakitan pada bagian perutnya. Setelah merasa tak tahan, Wladimir meminta promotornya, Bernd Bönte untuk memeriksakannya ke rumah sakit terdekat di Düsseldorf.

Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata petinju berjuluk Dr. Steelhammer itu mengalami gejala renal colic, yang disebabkan adanya batu ginjal. Hal ini sempat menjadi perbincangan, karena Wladimir tak memiliki riwayat penyakit batu ginjal atau apapun yang berhubungan dengan ginjal sebelumnya.

Dengan terjadinya insiden ini, sempat tersiar kabar terkait pertarungannya dengan Mormeck, akan dibatalkan. Tapi, promotor Wladimir menjernihkan suasana, dengan menyatakan laga pertaruhan cincin juara, WBA, WBO, IBF dan IBO, 10 Desember mendatang, tetap akan dijalankan.

“Pertarungan belum akan dibatalkan. Wladimir perlahan sudah membaik sekarang. Tapi akan ada pemeriksaan lanjutan malam ini. Tapi kami berasumsi bahwa pertarungan tetap akan digelar,” jelas Bönte kepada Sports Illustrated, Sabtu (3/12/2011).
(raw)
Continue Reading »

Garansi Pertarungan Sengit

Sana Sini News - Duel penuh dendam akan dilakoni dua petinju tangguh Miguel Cotto dan Antonio Margarito, akhir pekan ini. Duel ulang antara mereka dipastikan bakal menyuguhkan tontonan menarik.

Cotto dan Margarito akan kembali bertarung pada laga perebutan gelar WBA di kelas menengah super (super welterweight) di Madison Square Garden, New York, AS, Minggu (4/11/2011). Duel ini merupakan rematch antara kedua petinju setelah sebelumnya bertarung pada 2008 lalu.

Pertarungan pertama kedua tim terjadi pada 26 Juli 2008 lalu. Kala itu, Margarito sukses menghentikan perlawanan Cotto di ronde ke-11 untuk memenangkan gelar super welterweight versi WBA. Dalam pertarungan tersebut, wajah Cotto babak belur setelah terus dihujani pukulan demi pukulan petinju asal Meksiko tersebut.

Namun, usai pertandingan Cotto menuding kemenangan Margarito tidak murni karena dia menilai Margarito melakukan kecurangan dengan menggunakan sarung tinju illegal. Namun, tudingan Cotto tidak mendapat respon dari badan tinju dunia, sehingga menyisakan kekecewaan mendalam dalam diri Cotto.

Kini, jelang duel ulang keduanya, Cotto berpeluang melampiaskan kekecewaannya tiga tahun silam. Dia pun bertekad menampilkan performa terbaik demi membuat wajah Margarito babak belur.

Namun jelang duel nanti, Margarito dikabarkan bakal tampil dalam kondisi yang tidak sepenuhnya prima. Margarito dikabarkan belum sepenuhnya pulih dari cedera mata kanan, setelah menjalani operasi. Cedera ini sendiri didapatnya saat dikalahkan Manny ‘Pacman’ Pacquiao, beberapa waktu lalu.

Cotto sendiri menganggapi isu cederanya Margarito dengan dingin. Dia mengaku sama sekali tidak menyimpan simpati dan meyakini bahwa kabar cederanya Margarito hanya bagian dari strategi kubu lawan. Cotto sangat yakin Margarito tidak akan bersedia naik ring jika tidak berada dalam kondisi terbaik.

Lebih jauh, Cotto juga menepis tudingan jika dalam pertandingan nanti dia akan mengincar titik lemah Margarito (mata kanan). Cotto menegaskan bakal bertarung secara jantan.

Pernyataan Cotto pun langsung mendapat respon dari Margarito. Dengan santai, petinju 33 tahun ini mengatakan bahwa “pukulan Cotto seperti pukulan gadis kecil,” demikian seperti dikutip Democrat and chronicle, Jumat (2/12/2011).

Diketahui, Margarito saat ini memegang rekor 36-2 (29 KO), sementara Margarito 38-7 dengan 27 kemenangan KO.
(acf)
Continue Reading »

Emosi Pribadi, Vitali Janji Hantam Haye

Sana Sini News - Masalah pribadi merasuki Vitali Klitschko terhadap David Haye. Karena itu, Vitali berharap Haye bakal meladeninya berduel. Vitali bertekad menghantam mulut Haye, agar tak lagi banyak membual soal dirinya dan sang adik, Wladimir.

Memang, The Hayemaker bersikeras akan gantung sarung tinju tahun ini. Tapi Vitali tetap akan memberi tawaran pada Haye, untuk naik ring bersamanya, Maret tahun depan. Vitali berniat untuk melanjutkan derita Haye di atas ring, setelah adik Wladimir memenangi duel atas Haye, Juli lalu.

“David, saya akan menghantammu dengan keras,” seru Vitali, sebagaimana dikutip Boxing Scene, Sabtu (3/12/2011).

“Jika David setuju untuk bertarung, pastinya akan jadi laga tanding yang bagus untuk semua orang, dan juga fans tinju dunia. Dia kalah angka dari adik saya, Wladimir. David tidak akan bisa mengalahkan saya,” tambah petinju yang juga politikus Ukraina tersebut.

Sebagaimana diuraikan di atas, Vitali merasa punya masalah pribadi dengan Haye. Vitali tidak terima bualan Haye, ketika melakukan serangan verbal kepada Klitschko bersaudara, pada Juli lalu – jelang pertarungan Wladimir vs Haye.

“Laga ini akan jadi penyelesaian masalah pribadi. Pertarungan nanti tidak akan menjadi pembuktian kemampuan. Saya akui dia olahragawan yang baik, tapi dia atlet terbaik dalam hal membual,” sambung petinju berjuluk Dr. Iron Fist tersebut.

“Secara pribadi, dia menghina saya dan adik saya. Karena itu, saya ingin memberinya pelajaran yang sebenarnya di atas ring,” tuntas Vitali dengan emosi.
(raw)
Continue Reading »

Tontowi/Lilyana Selangkah Lagi, Simon Tumbang

Sana Sini News - Tak sampai memakan waktu setengah jam, pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir memastikan satu tiket final. Sedangkan satu pasangan lainnya, Muhammad Rijal/Debby Susanto tumbang.

Tontowi/Lilyana yang bersua pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam untuk pertama kalinya ini, tak mau santai saat menekan lawannya sejak servis pertama. Meski hanya memenangkan satu smes dan sembilan netting di set pertama, pasangan Indonesia itu berhasi menutup set pertama dengan kemenangan 21-17.

Di set kedua, pasangan Thailand sudah terlihat kehabisan stamina akibat memforsir diri di set pertama. Berbekal pengalaman, Tontowi/Lilyana juga mampu merebut set kedua, sekaligus menyudahi perlawanan Sudket/Saralee dengan kemenangan 21-11 hanya dalam waktu 29 menit..

Indonesia gagal menciptakan All-Indonesia Final di sektor ganda campuran. Pasangan Muhammad Rijal/Debby Susanto harus bertekuk lutut dari pasangan China Taipei, pada pertandingan sebelumnya.

Rijal/Debby, harus terhenti lajunya, setelah ditekuk duet China Taipei, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing melalui kekalahan rubber set, 21-18 14-21 14-21 dalam pertarungan yang berjalan selama 46 menit.

Tontowi/Lilyana adalah satu-satunya wakil merah-putih yang mampu meraih tiket final Macau Open tahun ini. Pasalnya, wakil terakhir dari sektor tunggal putra, Simon Santoso juga gagal. Simon dibekuk pebulutangkis China, Du Pengyu (17-21 17-21) di semi final terakhir, sore ini.
(raw)
Continue Reading »