Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Kamis, 24 November 2011

Kerusuhan Masih Belum Berhenti di Kairo

Sana Sini News - Kerusuhan yang terjadi antara militer Mesir dengan warga anti-pemerintah di Kairo dikabarkan masih terus berlangsung. Bentrokan masih merebak meskipun pihak Dewan Militer Mesir untuk mempercepat transfer kekuasaan.

Seperti dilansir the New York Post, Kamis (24/11/2011), selama lima hari terakhir, kerusuhan yang terjadi sudah menewaskan 38 orang. Korban luka pun dikabarkan mencapai 2.000 jiwa.

Setelah seorang pria dilaporkan tewas dalam kerusuhan di Kota Alexandria, para pengunjuk rasa anti-pemerintah terus melawan pihak keamanan dalam waktu semalaman. Polisi pun tampak masih berjaga-jaga di depan gedung pemerintahan.

Pihak militer sebenarnya sudah menjamin akan kembali ke barak dalam waktu enam bulan, setelah mantan Presiden Hosni Mubarak lengser dari kekuasaannya. Kondisi ini tentunya membuat frustrasi rakyat Mesir yang merasa tidak ada perubahan berarti meskipun Mubarak sudah turun.

Jenderal Hussein Tantawi yang memipin Dewan Militer Mesir mencapai kesepakatan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengenai perpindahan kekuasaan ke pihak sipil. Tetapi kesepakatan yang diraih ini tidak membuat rakyat Mesir senang.

Rakyat Mesir bahkan terus terlibat kerusuhan dan mereka pun menyatakan ketidakyakinannya dengan pihak IM. Bahkan bagi rakyat Mesir, kelompok IM mereka nilai saat ini lebih memilih untuk memihak kepada pihak militer.

Selama kerusuhan berlangsung, para pengunjuk rasa menuduh pihak keamanan Mesir menggunakan peluru organik dalam upayanya mengatasi aksi protes.

"Saya akan membalas kematian teman saya. Dia tewas akibat tembakan peluru organik pihak keamanan. Kami akan terus membela alun-alun Tahrir," ungkap Islam Mohammed yang sahabatnya tewas oleh polisi.

Amnesty International mengatakan, Dewan Militer Mesir gagal untuk melindungi segenap warganya. Amnesty juga mengatakan, cara yang digunakan Dewan Militer Mesir untuk meredam aksi demonstrasi sama dengan yang digunakan oleh mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
(faj)

0 komentar

Poskan Komentar