Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Kamis, 24 November 2011

Oposisi Inginkan Saleh Diadili

Sana Sini News - Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya setelah 33 tahun berkuasa. Dirinya pun mendapatkan imunitas dari segala tindakan hukum. Tetapi pihak oposisi menentang keras imunitas itu.

Beberapa saat setelah Saleh sepakat untuk menyerahkan kekuasaannya di Riyadh, Arab Saudi, Rabu kemarin waktu setempat, rakyat Yaman langsung turun ke jalan mengekspresikan kemarahan mereka.

"Kami ingin Saleh diadili bukan diberikan imunitas," ungkap seorang warga seperti dikutip Deutsche-Press Agenteur, Kamis (24/11/2011).

Berdasarkan perjanjian transfer kekuasaan tersebut, Saleh akan memberikan kekuasaan kepada Wakil Presiden Abdul Rabbo Mansour Hadi. Transfer kekuasaan ini akan berlangsung dalam waktu 30 hari ke depan yang kemudian diikuti dengan pemilihan presiden dalam waktu 90 hari.

Perjanjian ini juga menjamin Saleh, keluarga serta kroninya tidak akan akan diproses secara hukum untuk kasus apapun. Saleh adalah pemimpin Arab keempat yang turun dari kekuasaan selama Revolusi Arab berlangsung tahun ini.

Sebelumnya, mantan Presiden Tunisia Zine Abidin dan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak turun dari jabatannya setelah rakyat di dua negara itu turun ke jalan menuntut mereka lengser dari jabatannya.

Sementara pemimpin terakhir yang kehilangan kekuasaannya adalah Moammar Khadafi, yang secara tragis tewas di tangan rakyatnya sendiri.

Lengsernya Saleh disambut baik oleh pemimpin dunia. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyambut proses transfer kekuasaan di Yaman sebagai peristiwa penting bagi warga Yaman yang akan menentukan masa depannya.

Sementara Ketua Kebijakan Hubungan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton meminta Yaman untuk tetap berkomitmen menjalani perjanjian transfer kekuasaan tersebut.

Sejak Januari lalu protes menentang kekuasaan Saleh merebak di Yaman. Sikap keras Pemerintah Yaman terhadap pelaku protes telah mengakibatkan sekira 900 orang tewas. Dirinya sempat menjadi korban percobaan pembunuhan dan dirawat di Arab Saudi sebelum akhirnya ke Yaman.
(faj)

0 komentar

Poskan Komentar