Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Minggu, 13 November 2011

Kok Adik Belum Bisa Ngomong

Sana Sini News - DI usianya yang ke-16 bulan, anak saya, Kiki, belum bisa mengucapkan kata-kata dengan benar. Apakah ini karena dia sering menonton film kartun yang hanya mengeluarkan suara ‘aa’, ‘oo’, tertawa, tanpa dialog yang jelas, sehingga keterampilan bicaranya terhambat? Atau memang dia mengalami keterlambatan bicara?

Terima kasih. Niken, Tangerang

Jawab:

Efriyani Djuwita. M.Si., psikolog dari “Rumah Sahabat” menjelaskan, perkembangan bahasa pada anak dimulai dari tahapan yang disebut prelinguistik. Tahapan ini mencakup tangisan, cooing dan babbling. Cooing atau mengeluarkan bunyi huruf vokal seperti ‘oo’ atau ‘aa’ dimulai dari usia 1 bulan sampai 3 bulan.

Pada masa ini, mereka belajar untuk bermain dengan bunyi suara mereka sendiri dan berusaha menyamakan suara yang mereka dengar dari lingkungannya. Perkembangan selanjutnya babbling (usia 6-10 bulan), yaitu pengulangan dari rangkaian huruf konsonan dan vokal seperti ‘ma-ma-ma-ma’ atau ‘ya-ya-ya-ya’.

Dan pada usia 10-18 bulan, mereka sudah berada pada tahapan linguistik, dimana dapat mengucapkan satu kata pertamanya. Misal, kata ‘Mama’ yang memang hanya ditujukan pada ibunya saja.

Untuk kasus di atas, sepertinya si kecil masih berada pada tahapan cooing sehingga bisa dikatakan bahwa ia mengalami keterlambatan bahasa ekspresif (lisan). Kecuali jika saat ia berkata ‘aa’ atau ‘oo’ tampak memiliki arti tertentu. Jadi, film tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan perkembangan bicara anak.

Cek Bahasa Reseptif (Pemahaman)

Sebaiknya Moms juga mengecek bagaimana perkembangan bahasa reseptifnya. Misalnya apakah ia bisa mengerti apa yang Moms ucapkan, bisa mengenali kata-kata jika ditunjukan bendanya.

Moms juga bisa melakukan konsultasi ke dokter spesialis anak untuk melihat apakah ada gangguan dalam organ bicara si kecil ataupun keterlambatan dari aspek lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar si kecil bisa terdeteksi jika mengalami gangguan yang lebih serius daripada keterlambatan bahasa.

Lakukan Stimulasi

Jika memang tidak ada gangguan dalam organ bicara ataupun keterlambatan dalam pemahaman juga aspek perkembangan lainnya Moms hanya perlu memberikan stimulasi yang tepat. Karena saat ini si kecil masih banyak mengeluarkan huruf vokal maka orangtua bisa memperkaya bunyi huruf vokal si kecil misalnya dengan menirukan atau menyebutkan huruf vokal lainnya yang jarang disebutkan si kecil.

Moms juga bisa memberikan stimulasi berupa menyederhanakan pengucapan kata tertentu untuk membantu si kecil bisa menyebut kata pertamanya. Misalnya mengatakan ‘Ma’ untuk menggantikan Mama. Moms bisa memegang tangan si kecil ke dada Moms saat mengucapkan ‘Ma’ agar ia mengerti suku kata itu untuk menyebut Anda. Perbanyak pula berkomunikasi dengan si kecil dengan suara dan pengucapan yang jelas agar si kecil dapat menangkap suara dengan baik.

Namun, bila terjadi keterlambatan dalam aspek lain maka ada baiknya meminta rujukan dari dokter spesialis Anda untuk mendapatkan terapi yang sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Sementara hobinya menonton film kartun tanpa dialog, sebaiknya saat menonton Mom mendampinginya. Jadi meski tanpa dialog, Mom tetap bisa menjelaskan maksudnya dari jalan ceritanya.

0 komentar

Poskan Komentar