Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Jumat, 18 November 2011

Blatter Akhirnya Meminta Maaf

Sana Sini News - Presiden FIFA, Sepp Blatter akhirnya meminta maaf perihal komentarnya soal rasisme. Namun, dirinya menegaskan bahwa dia takkan mengundurkan diri sebagai kepala badan sepakbola dunia tersebut.

Permintaan maaf Blatter tersebut diucapkannya dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC hari ini. “Ketika Anda telah melakukan sesuatu hal yang benar-benar salah, saya hanya bisa meminta maaf kepada semua orang yang terpengaruh pernyataan saya,” kata Blatter.

Saat ditanya apakah dirinya akan mengundurkan diri, Blatter menjawab dengan tegas: “Saya tak bisa mengundurkan diri. Mengapa harus?,” tanyanya.

“Ketika Anda menghadapi masalah maka Anda harus menghadapinya. Meninggalkan masalah ini begitu saja akan tidak adil dan tak sesuai dengan semangat juang, karakter, dan energi saya,” kata pria berusia 75 tahun tersebut.

Blatter sebelumnya dicecar akibat komentarnya dalam wawancara dengan CNN World Sport (bukan dalam Twitter seperti diberitakan sebelumnya) yang menyebut rasisme bukanlah sebuah masalah bagi sepakbola. Maka, semua persoalan yang berkaitan dengan rasisme di lapangan bisa diselesaikan dengan berjabat tangan seusasi pertandingan.

Berikut petikan ucapan Blatter di CNN World Sport yang mengundang kontroversi tersebut:

“Tidak ada yang namanya rasisme, mungkin itu hanya sikap dari salah satu pemain kepada pemain lainnya, entah berupa perkataan ataupun gerak tubuh yang tidak semestinya,” kata Blatter.

“Bagi pemain yang terpengaruh, seharusnya dia berkata bahwa ini bagian dari permainan. Kita berada dalam permainan tapi ketika laga berakhir, kita berjabat tangan. Hal seperti ini bisa saja dilakukan karena kami telah bekerja sangat keras melawan rasisme dan diskriminasi,” sambungnya.

Komentarnya ini pun menjadi isu panas di Inggris. Hampir semua media dan pelaku sepakbola di negeri Ratu Elizabeth tersebut mengecam keras pernyataan Blatter.

0 komentar

Poskan Komentar