Artikel Yang Lain

danang blog
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Web Directory Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers

Senin, 14 November 2011

Mengurai 'Kemacetan' di Situs Sea Games

Sana Sini News - Situs Sea Games mengalami 'kemacetan' koneksi, padahal situs ini penting dan merupakan tumpuan penyedia informasi yang mestinya bisa diakses dari mana pun di penjuru dunia. Entah bagaimana rasanya bila pencari informasi dari negara luar Indonesia, mungkin, merasakan kesulitan yang sama atau mengalami lebih parah dari pengguna internet di dalam negeri.

Sebenarnya ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi pertama-tama, tentu harus mengetahui apa yang menjadi sumber masalah. "Kalau yang bermasalah (bottle neck) di bandwidht-nya, berarti mesti dilebarkan. Ini cukup mudah, cuma tinggal memonitor statistik akses lalu mengaturnya sesuai dengan kebutuhan," jelas pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat, Senin (14/11/2011), ketika diwawancara via ponsel.

"Kalau ternyata bandwidht-nya yang kurang, besarkan bandwidht-nya. Tapi masalahnya seberapa tersedianya bandwidht di Indonesia yang dapat digunakan untuk Sea Games," imbuhnya.

Seharusnya panitia telah dapat memperhitungkan bandwidht yang dibutuhkan untuk menyiarkan acara tersebut. Setidaknya back-up plan seharusnya sudah tersedia saat mempersiapkan sebuah event berskala internasional seperti Sea Games.

Memang bukan hanya bandwidht yang bisa menyebabkan masalah tersebut, mungkin saja masalah justru terjadi pada komputer yang digunakan sebagai server. Komputer yang kecepatan prosesornya lambat atau kurangnya jumlah komputer untuk mengatur lalu lintas akses server adalah beberapa kondisi yang mungkin terjadi.

"Solusinya dengan mengganti prosesor server dengan prosesor yang lebih cepat atau memperbanyak komputer server. Perhitunganya misalkan, satu orang yang mengakses menghabiskan 1 persen tempat di server, berarti satu server bisa menampung 100 orang. Berarti untuk bisa mempermudah akses 1.000 orang dibutuhkan 10 komputer. Lalu tinggal lakukan load balancing atau penyetaraan beban. Dengan adanya itu program akan memilah akses yang masuk; orang satu masuk komputer satu, dua masuk komputer dua, begitu seterusnya. Untuk mengganti prosesor butuh waktu yang lebih lama, rasanya tidak mungkin diterapkan oleh Sea Games yang membutuhkan solusi cepat," kata Abimanyu.

Sedangkan dalam keadaan mendesak seperti Sea Games, pertimbangan terhadap waktu menjadi penting. Mempertimbangkan hal itu pun masih ada solusi terbaik mengatasi masalah ini. Apalagi ketika teknologi internet sudah semakin maju dengan mulai dikenalnya sistem cloud computing atau komputasi awan.

"Kalau masih masalah bisa sambung ke cloud computing, servernya bisa satu di Singapura, satu di Boston, dan lain-lain. Ini paling canggih, seharusnya ini solusi terbaik untuk acara Sea Games. Apalagi kalo menggunakan cloud sudah tidak perlu mempermasalahkan bandwidht lagi," terang Abimanyu.

0 komentar

Poskan Komentar